Perbedaan Vertigo dan Pusing Biasa, Jangan Remehkan Gejalanya!
VERTIGO membuat penderitanya dilanda sakit kepala akut.-Thanh Luu-Pexels
HARIAN DISWAY - Banyak orang masih menganggap vertigo dan pusing sebagai hal yang serupa.
Padahal keduanya menggambarkan sensasi yang berbeda. Kekeliruan itu bisa membuat penanganan yang dilakukan menjadi kurang tepat sasaran.
Penting untuk memahami perbedaan gejala keduanya. Sehingga penanganan medis yang diberikan sesuai dengan penyebabnya.
Berikut penjelasan lengkap soal ciri vertigo dan pusing biasa, dirangkum dari sejumlah sumber kesehatan.
BACA JUGA:6 Alasan Kepala Pusing Setiap Kali Berdiri Mendadak, Jangan Diabaikan!
BACA JUGA:Mengapa Kepala Sering Terasa Pusing? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Pusing Biasa
Dilansir Mayo Clinic, pusing merupakan istilah umum. Digunakan untuk menggambarkan berbagai sensasi tidak nyaman di kepala.

Ilustrasi sakit kepala. Penting untuk mengenali perbedaan sakit kepala biasa dan vertigo.-pixabay.com-
Pusing biasa umumnya bukan disebabkan oleh gangguan pada telinga bagian dalam. Penyebabnya bisa bermacam-macam.
Mulai dari dehidrasi, tekanan darah rendah, kecemasan, kadar gula darah turun, hingga efek samping obat-obatan tertentu.
Gejala itu biasanya bersifat sementara. Dapat mereda dengan sendirinya tanpa memerlukan penanganan khusus.
BACA JUGA:5 Tanda Paru-Paru Mulai Terdampak Polusi Udara, Jangan Diabaikan!
BACA JUGA:Produksi Keringat Sering Berlebihan? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya
Namun, pusing yang berlangsung lama atau berulang tetap perlu diperiksakan ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.
Vertigo
Berbeda dengan pusing biasa, vertigo digambarkan sebagai sensasi berputar. Bisa tubuh sendiri yang terasa berputar.
Bisa pula lingkungan sekitar yang seolah bergerak. Sensasi itu biasanya muncul secara tiba-tiba. Tapi terasa lebih intens dibanding pusing biasa.
Vertigo umumnya berkaitan dengan gangguan pada telinga bagian dalam atau jalur saraf yang mengatur keseimbangan di otak.
BACA JUGA:7 Manfaat Daun Kelor bagi Tubuh, Superfood yang Kaya Nutrisi
BACA JUGA:7 Manfaat Tanaman Sirih Merah bagi Kesehatan, Terbukti Secara Ilmiah
Penyebab paling umum adalah kondisi benign paroxysmal positional vertigo (BPPV). Yaitu ketika kristal kalsium kecil di telinga bagian dalam bergeser dari posisi normalnya.
Selain BPPV, penyebab vertigo lain meliputi peradangan saraf di telinga bagian dalam, migrain, cedera kepala, penyakit Meniere, hingga tumor jinak pada saraf keseimbangan.
Agar lebih mudah membedakan antara vertigo dan pusing biasa, berikut ciri khas dari masing-masing kondisi.
Ciri-ciri pusing biasa:
- Kepala terasa ringan atau melayang
- Tubuh terasa tidak stabil, seperti hendak jatuh
- Tidak disertai sensasi berputar
- Umumnya dipicu perubahan posisi tubuh mendadak, kelelahan, atau dehidrasi
BACA JUGA:6 Cara Mengatasi Text Neck dan Nyeri Punggung Akibat Duduk Terlalu Lama
BACA JUGA:6 Manfaat Angkat Beban untuk Lansia, Cegah Osteoporosis hingga Jaga Massa Otot
Ciri-ciri vertigo:
- Muncul sensasi berputar, baik pada diri sendiri maupun lingkungan sekitar
- Sering disertai mual hingga muntah
- Bisa memicu gerakan mata tidak terkendali atau dikenal dengan istilah nistagmus
- Gejala muncul mendadak dan terasa lebih mengganggu keseimbangan tubuh
Sensasi berputar yang khas itulah yang menjadi pembeda paling jelas antara vertigo dan pusing biasa.
Jika gejala yang dirasakan tidak melibatkan rasa berputar, kemungkinan besar itu tergolong pusing biasa. Bukan vertigo.
Baik pusing biasa maupun vertigo sebenarnya bisa diatasi jika penyebabnya sudah teridentifikasi dengan tepat.
BACA JUGA:5 Perbedaan Mendasar Maag dan GERD Secara Medis
BACA JUGA:5 Tips Bulking untuk Pemula, Cara Efektif Tambah Massa Otot Tanpa Menumpuk Lemak
Karena itu pemeriksaan ke tenaga medis tetap dianjurkan. Terutama bila gejala terus berulang atau semakin memberatkan aktivitas harian.
Dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan medis. Seperti pengecekan tekanan darah dan tes darah.
Guna menelusuri kemungkinan penyebab di luar gangguan keseimbangan. Misalnya anemia, gula darah rendah, atau gangguan tiroid.
Jika penyebabnya berkaitan dengan telinga bagian dalam, dokter dapat mengarahkan pasien pada penanganan yang lebih spesifik.
BACA JUGA:Vertigo Kambuh, Gregoria Mariska Mundur dari China Masters dan Korea Open 2025
BACA JUGA:Pemulihan Vertigo, Gregoria Mariska Tunjung Target Comeback di Japan Open 2025
Penting untuk tidak mencoba menangani vertigo dengan cara-cara yang belum teruji. Seperti membalikkan posisi kepala secara sembarangan.
Tanpa panduan tenaga medis, cara yang salah justru berisiko memperparah gejala. Bahkan menimbulkan cedera baru.
Gejala yang Butuh Penanganan Cepat
Ada sejumlah kondisi yang menandakan pusing atau vertigo perlu penanganan segera, di antaranya:

Terdapat perbedaan mendasar antara vertigo dengan sakit kepala biasa.--Getty Images
- Muncul secara tiba-tiba disertai nyeri kepala hebat
- Disertai gangguan bicara, penglihatan ganda, atau mati rasa di sebagian tubuh
- Berlangsung lama dan tidak kunjung membaik
- Disertai nyeri dada atau jantung berdebar
BACA JUGA:Kenali Dampak Vertigo bagi Aktivitas Remaja
Jika mengalami gejala-gejala tersebut, jangan menunda untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Mengenali perbedaan antara vertigo dan pusing biasa membantu menentukan langkah penanganan yang tepat sejak awal. (*)
*) Mahasiswa magang dari Prodi Sastra Indonesia, Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: diolah dari berbagai sumber