Produksi Keringat Sering Berlebihan? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Produksi Keringat Sering Berlebihan? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Sering Berkeringat Berlebihan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya-cottonbro studio-Pexels

HARIAN DISWAY - Keringat berlebihan yang muncul tanpa sebab jelas kerap membuat seseorang merasa tidak nyaman. Bahkan, malu saat beraktivitas di depan orang lain. Secara medis, kondisi tersebut disebut sebagai hyperhidrosis, yakni keringat yang keluar jauh melebihi kebutuhan tubuh untuk mengatur suhu.

Mayo Clinic menerangkan bahwa hyperhidrosis bisa terjadi di seluruh tubuh atau hanya di area tertentu seperti telapak tangan, telapak kaki, ketiak, maupun wajah, tanpa dipicu oleh suhu panas atau aktivitas fisik.

Kondisi tersebut bisa dialami siapa saja, mulai dari remaja hingga orang dewasa. Namun, banyak orang tidak menyadari bahwa keringat berlebih ini bisa diatasi dengan langkah sederhana di rumah maupun dengan penanganan medis.

Berikut penjelasan tentang penyebab dan cara mengatasi keringat berlebihan yang dirangkum dari sejumlah sumber kesehatan.

BACA JUGA:4 Bahan Kain Baju Penyebab Bau Badan, Tak Mampu Serap Keringat

BACA JUGA:Cuaca Makin Panas Kulit Bermasalah karena Biang Keringat? Ini 5 Produk sebagai Solusi Mengusirnya

Mengenal Hyperhidrosis

Secara umum, keringat berlebih terbagi menjadi dua jenis berdasarkan penyebabnya. Jenis pertama disebut hyperhidrosis primer, yakni kondisi tanpa penyebab medis yang jelas dan sering kali diturunkan dalam keluarga.

Jenis kedua adalah hyperhidrosis sekunder, yaitu keringat berlebih yang dipicu oleh kondisi kesehatan tertentu. Sejumlah gangguan kesehatan yang bisa memicu kondisi ini di antaranya diabetes, gangguan tiroid, gangguan sistem saraf, hingga efek samping obat-obatan seperti beta blocker dan antidepresan.


PENYAKIT BAWAAN bisa menjadi penyebab keringat berlebih. Obat-obatan yang rutin dikonsumsi juga sering punya efek samping memicu keringat berlebih.-Polina Tankilevitch-Pexels

Penyebab Keringat Berlebih

Selain dua kategori di atas, ada beberapa faktor lain yang membuat seseorang lebih rentan mengalami keringat berlebih. Antara lain:

  • Faktor keturunan. Kondisi ini umumnya mulai muncul sebelum usia 25 tahun dan sering ditemukan pada anggota keluarga lain yang mengalami hal serupa.
  • Efek samping obat. Beberapa jenis obat penurun tekanan darah dan antidepresan memicu keringat berlebih sebagai efek sampingnya.
  • Gangguan hormon. Perempuan yang memasuki masa menopause lebih rentan mengalami keringat berlebih di area tertentu akibat gangguan pada sistem saraf.
  • Kondisi medis tertentu. Diabetes, penyakit infeksi, hingga beberapa jenis kanker juga tercatat dapat memicu munculnya keringat berlebih pada penderitanya.

BACA JUGA:7 Tips Atasi Sunburn untuk Kulit Sensitif, Ampuh dan Bebas Iritasi

BACA JUGA:Cara Merawat Kulit saat Cuaca Panas agar Tetap Sehat dan Lembap Sepanjang Hari

Cara Mengatasi dengan Perawatan di Rumah

Kabar baiknya, sebagian besar kasus keringat berlebih bisa dikelola dengan langkah-langkah sederhana sebelum harus menempuh penanganan medis lebih lanjut. Berikut beberapa di antaranya:

1. Gunakan Antiperspiran, Bukan Sekadar Deodoran

Dermatolog menyarankan penggunaan antiperspiran ketimbang deodoran biasa untuk mengurangi keringat berlebih. Antiperspiran bekerja menyumbat sementara kelenjar keringat, sedangkan deodoran hanya menutupi bau badan tanpa mengurangi produksi keringat.

Antiperspiran sebaiknya dioleskan pada kulit yang bersih dan kering sebelum tidur malam, agar kandungan di dalamnya bekerja optimal semalaman.

2. Jaga Kebersihan Tubuh

Mandi secara rutin membantu mengendalikan bakteri penyebab bau badan yang muncul akibat keringat berlebih. Pastikan tubuh benar-benar kering sebelum mengenakan pakaian atau mengoleskan produk perawatan kulit lainnya.

BACA JUGA:6 Dampak Buruk Blue Light pada Kulit, Waspadai Risiko Penggunaan Gadget Berlebihan

BACA JUGA:Cara Menjaga Mata dan Kulit dari Iritasi di Tengah Udara Tak Bersahabat


PILIH PAKAIAN yang nyaman dipakai saat keringat berlebih. Pilih bahan yang mudah menyerap keringat.-cottonbro studio-Pexels

3. Pilih Bahan Pakaian yang Tepat

Bahan pakaian ternyata turut memengaruhi tingkat kenyamanan penderita keringat berlebih. Kain yang menyerap keringat dan mudah mengalirkan udara dapat membantu mempercepat penguapan keringat sekaligus menjaga tubuh tetap sejuk.

Sebagai alternatif, warna pakaian yang lebih gelap juga bisa membantu menyamarkan bercak keringat yang sering membasahi permukaan kain.

4. Hindari Pemicu Tertentu

Beberapa jenis makanan dan minuman dapat memicu produksi keringat berlebih, seperti makanan pedas, alkohol, hingga minuman panas seperti kopi dan teh. Menghindari pemicu ini bisa menjadi langkah sederhana, tapi efektif dalam mengurangi frekuensi keringat berlebih.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika langkah-langkah sederhana di atas belum memberikan hasil yang cukup, konsultasi ke dokter kulit atau dokter umum menjadi langkah selanjutnya yang disarankan.

BACA JUGA:Awas Salah Pilih Hand Body, Ini Ada 5 PIlihan yang Cocok untuk Kulit Sensitif

BACA JUGA:6 Tips Mencegah Kulit Berminyak Saat Musim Panas

Dokter dapat merekomendasikan penanganan lain seperti obat oral, terapi iontophoresis, hingga suntik botox pada kasus yang lebih berat. Pemeriksaan medis juga penting untuk memastikan tidak ada kondisi kesehatan tersembunyi yang menjadi penyebab utama keringat berlebih tersebut.

Semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin cepat pula penanganan yang tepat bisa diberikan. Keringat berlebih memang bukan kondisi yang mengancam nyawa, tetapi tetap bisa memengaruhi rasa percaya diri dan kenyamanan sehari-hari.

Sudahkah kamu mengenali pemicu keringat berlebih pada tubuhmu sendiri? (*)

*) Mahasiswa magang dari Prodi Sastra Indonesia, Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: diolah dari berbagai sumber