6 Alasan Kepala Pusing Setiap Kali Berdiri Mendadak, Jangan Diabaikan!
6 Alasan Kepala Pusing Setiap Kali Berdiri Mendadak, Jangan Diabaikan!--Get Healthy U
HARIAN DISWAY - Pernahkah Anda tiba-tiba merasa kepala berputar dan pandangan sedikit gelap saat tiba-tiba bangkit dari posisi duduk? Merasakan hal yang sama ketika bangun tidur?
Kondisi itu dikenal dengan istilah dizziness atau pusing postural. Hampir semua orang pernah mengalami hal tersebut, terutama kelompok lansia.
Pusing dan berkunang-kunang saat berdiri umumnya muncul dalam hitungan detik setelah tubuh berubah posisi. Baik dari posisi duduk maupun berbaring.
Penyebab utamanya adalah perubahan aliran darah yang belum sepenuhnya menyesuaikan diri ke posisi baru, sehingga otak sempat kekurangan pasokan darah.
BACA JUGA:Sakit Kepala Sebelah, Apa yang Harus Dilakukan? Ini Serba-Serbi Migrain dan Dua Cara Pengobatannya
BACA JUGA:Cuma 5 Menit! Peregangan Ampuh Redakan Sakit Pinggang
Para pakar kesehatan menyebutkan sedikitnya enam alasan umum di balik keluhan tersebut. Mulai dari yang ringan hingga yang perlu diwaspadai lebih serius. Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Tekanan Darah Rendah (Hipotensi Ortostatik)

TEKANAN DARAH yang terlalu rendah bisa membuat kepala pusing dan pandangan menjadi gelap.-RDNE Stock Project-Pexels
Saat berbaring atau duduk dalam waktu lama, darah cenderung berkumpul di area tubuh bagian tengah alih-alih mengalir merata ke seluruh tubuh.
Begitu berdiri, darah membutuhkan waktu untuk mengalir ke kaki dan perut, sehingga tekanan darah sempat turun drastis dan memicu pusing sesaat.
Kondisi ini lebih sering dialami orang dewasa yang berusia lanjut, terutama yang memiliki riwayat gangguan jantung atau saraf.
BACA JUGA:4 Gejala Anemia pada Wanita yang Sering Tidak Disadari
BACA JUGA:Perbedaan Darah Rendah dan Anemia, Pahami Kondisi Berbeda Ini!
Meski begitu, hipotensi ortostatik umumnya hanya berlangsung beberapa menit dan tidak perlu terlalu dikhawatirkan, selama tidak terjadi berulang-ulang.
2. Vertigo Posisi Jinak (BPPV)

VERTIGO membuat penderitanya dilanda sakit kepala akut.-Thanh Luu-Pexels
Di dalam telinga bagian dalam, terdapat organ kecil bernama otolith yang berisi kristal kalsium untuk membantu tubuh menjaga keseimbangan.
Kristal-kristal ini terkadang bergeser dari tempatnya dan berpindah ke saluran telinga lain, sehingga otak menerima sinyal keseimbangan yang keliru.
Akibatnya, muncul sensasi berputar singkat yang biasanya terasa saat bangun tidur, berguling di kasur, atau menoleh dengan cepat.
BACA JUGA:6 Obat Herbal Atasi Sakit Gigi
BACA JUGA:10 Tip Atas Sakit Tenggorokan saat Puasa, Aman Tanpa Obat Kimia
Selain pusing, BPPV kadang disertai rasa mual dan kesulitan berjalan lurus, sehingga bila gejalanya cukup mengganggu, konsultasi ke dokter spesialis THT sangat dianjurkan.
3. Dehidrasi

KEKURANGAN asupan air putih dalam tubuh juga bisa memicu kepala pusing saat berdiri. -Top Sante-Pinterest
Kurangnya asupan cairan membuat volume darah ikut menurun, yang secara otomatis menurunkan tekanan darah pula. Akibatnya, suplai darah ke otak menjadi lebih lambat hingga kepala terasa ringan begitu tubuh berdiri.
Kebiasaan mengonsumsi kopi atau alkohol sebelum tidur, atau berkeringat cukup banyak semalaman, juga dapat memperparah kondisi ini.
Solusinya cukup sederhana, yakni membiasakan diri minum air putih secara teratur sepanjang hari, bukan hanya saat merasa haus.
BACA JUGA:5 Kebiasaan Kecil agar Tubuh Tetap Terhidrasi Sepanjang Hari
BACA JUGA:Dehidrasi Kronis Bisa Ganggu Aktivitas, Kenali Gejala dan Solusinya
4. Efek Samping Obat

OBAT-OBATAN sering membawa efek samping yang salah satunya adalah pusing.-Polina Tankilevitch-Pexels
Sejumlah jenis obat seperti antidepresan, diuretik, obat anti-kejang, hingga obat penurun tekanan darah dapat memicu pusing sebagai efek sampingnya.
Hal ini terjadi karena obat-obat tersebut memengaruhi cara tubuh mengatur tekanan darah atau berinteraksi dengan obat lain yang sedang dikonsumsi.
Bagi yang rutin mengonsumsi obat tertentu dan belakangan sering mengalami pusing setiap berdiri, sebaiknya tidak menghentikan konsumsi obat secara sepihak.
Konsultasi ke dokter akan membantu menemukan penyebabnya sekaligus menyesuaikan dosis atau jenis obat yang lebih tepat.
BACA JUGA:Efek Samping Smart Drugs dan Bahaya Penggunaan Suplemen Otak Tanpa Resep
BACA JUGA:Ramai Anjuran Minum Vitamin D3 5000 IU Setiap Hari, Ini Dosis dan Efek Sampingnya
5. Sleep Apnea

HENTI NAPAS sejenak saat tidur membuat asupan oksigen terganggu. Efeknya adalah pusing dan rasa lelah saat bangun tidur.-Andrea Piacquadio-Pexels
Gangguan pernapasan saat tidur ini membuat napas berhenti sejenak berkali-kali sepanjang malam tanpa disadari penderitanya.
Akibatnya, pasokan oksigen ke tubuh menjadi tidak stabil, dan kondisi ini dapat memicu pusing, kepala terasa ringan, bahkan sensasi seperti hendak pingsan saat bangun dan berdiri.
Sleep apnea juga kerap memicu sakit kepala pada pagi hari. Apabila tubuh sering terasa kurang segar meski sudah tidur cukup lama, pemeriksaan lebih lanjut patut dipertimbangkan.
6. Gangguan Jantung
Pada kondisi yang lebih serius seperti gagal jantung, kemampuan jantung memompa darah ke seluruh tubuh menurun cukup signifikan.
BACA JUGA:Sleep Apnea Jadi Ancaman Tersembunyi di Balik Kebiasaan Ngorok
BACA JUGA:Minuman Energi Jadi Favorit Gen Z, Waspada Risiko Penyakit Jantung dan Gangguan Tidur

GANGGUAN JANTUNG kerap memunculkan pusing selain rasa tidak nyaman pada bagian dada.-Puwadon Sang-ngern-Pexels
Kondisi ini dapat memicu gangguan tekanan darah yang berujung pada pusing berulang setiap kali tubuh berganti posisi, termasuk saat berdiri.
Orang dengan riwayat gangguan kardiovaskular juga cenderung lebih rentan mengalami masalah keseimbangan dan risiko terjatuh. Apabila pusing disertai sesak napas atau nyeri dada, pemeriksaan medis sebaiknya tidak ditunda lagi.
Jika pusing saat berdiri hanya terjadi sesekali dan mereda dalam beberapa detik, kondisi ini umumnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Namun, bila keluhan tersebut sering berulang, apalagi disertai gejala lain seperti nyeri dada, jantung berdebar, atau kesulitan berbicara, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.
Nah, mulai sekarang, biasakan bangun dan berdiri pelan-pelan, jangan buru-buru. Duduk sebentar di tepi tempat tidur sebelum benar-benar berdiri juga dapat membantu tubuh menyesuaikan diri lebih dulu.
BACA JUGA:Daewoong Luncurkan Crezet, Atasi Ancaman Kefatalan LDL pada Pasien Kardiovaskular
BACA JUGA:Panas Ekstrem, Warga AS Terancam Risiko Kematian Penyakit Kardiovaskular
Kebiasaan kecil semacam ini dapat mencegah pusing muncul secara tiba-tiba dan membuat aktivitas harian terasa lebih nyaman. (*)
*) Mahasiswa magang dari Prodi Sastra Indonesia, Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: diolah dari berbagai sumber