Indeks Dolar dan Minyak Dunia Bergejolak, Harga Emas dan Logam Mulia Diproyeksi Menguat Pekan Ini
Harga emas Antam hari ini, Sabtu, 19 September 2026), kembali mengalami kenaikan-Dok. ANTAM-
JAKARTA, HARIAN DISWAY - Pasar keuangan global menghadapi pekan yang penuh tantangan akibat kombinasi faktor geopolitik dan kebijakan moneter Amerika Serikat (AS).
Analis Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan, pergerakan indeks dolar, harga minyak mentah, hingga komoditas logam mulia akan mengalami fluktuasi tajam dalam perdagangan sepekan ke depan.
Ibrahim menjelaskan, secara teknikal, indeks dolar AS berpotensi ditransaksikan di kisaran 99,40 dengan level resisten pada 101,20. Sementara itu, harga minyak mentah dunia diperkirakan masih berada di level yang cukup tinggi, yakni bergerak di rentang USD90,30 hingga USD102,50 per barel.
"Harga minyak mentah masih cukup tinggi dan berpotensi melompat ke level 102,50 dolar per barel. Kondisi ini tidak lepas dari memanasnya tensi geopolitik global," ujar Ibrahim dalam analisisnya, Minggu, 20 September 2026.
BACA JUGA:Kebijakan The Fed-Geopolitik Bikin Harga Emas Dunia dan Logam Mulia Bergejolak Pekan Ini
BACA JUGA:Harga Emas Antam 3 September 2026 Naik Rp15.000, Simak Rinciannya!
Dampak dari ketegangan global tersebut turut berimbas pada pasar komoditas emas dan logam mulia. Untuk harga emas dunia, Ibrahim memetakan level support di USD4.250 per troy ons dan resisten di USD4.533 per troy ons.
Apabila terjadi koreksi, harga emas dunia kemungkinan akan menguji area 4.333 dolar per troy ons sebelum berpotensi menguat kembali.
Sejalan dengan emas dunia, harga logam mulia di dalam negeri juga menunjukkan tren kenaikan. Pada perdagangan akhir pekan lalu, logam mulia ditutup di level Rp2.764.000 per gram. Ibrahim memproyeksikan pada pekan depan logam mulia akan bergerak di kisaran support Rp2.620.000 per gram hingga resisten Rp2.820.000 per gram.
Lebih lanjut, Ibrahim memaparkan tiga faktor utama yang memicu gejolak pasar keuangan dan komoditas pada pekan depan.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Turun ke Kisaran USD 80 Pasca-Kesepakatan Damai AS-Iran
BACA JUGA:IHSG Menguat 2,71 Persen Hari Ini, Ancaman Harga Minyak Jadi Penghambat
Pertama, eskalasi geopolitik di Timur Tengah yang meluas dari Selat Hormuz hingga kawasan Laut Merah dan Laut Arab menyusul konflik yang melibatkan kelompok Houthi serta Arab Saudi. Konflik ini memicu kekhawatiran pasokan energi global dan mengerek naik harga minyak.
Faktor kedua berkaitan dengan dinamika politik di Amerika Serikat menjelang pemilu sela pada bulan November.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: