Dolar AS Tertekan Jelang Risalah The Fed, Pasar Mulai Redam Ekspektasi Kenaikan Bunga

Dolar AS Tertekan Jelang Risalah The Fed, Pasar Mulai Redam Ekspektasi Kenaikan Bunga

Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh menyampaikan pidatonya di FOMC Conference.-Federal Reserve-

HARIAN DISWAY – Dolar Amerika Serikat (AS) masih bergerak di bawah tekanan pada Rabu, 7 Oktober 2026. Investor menunggu risalah pertemuan Federal Reserve (The Fed) serta sejumlah pidato pejabat bank sentral AS untuk mencari petunjuk mengenai arah suku bunga berikutnya.

Indeks dolar yang mengukur kinerja greenback terhadap sejumlah mata uang utama berada di sekitar 101,94 pada perdagangan awal Rabu. Angka tersebut mengikuti pelemahan sekitar 0,27 persen pada sesi sebelumnya.

Perhatian pasar terutama tertuju pada risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) 15–16 September 2026. Dalam pertemuan tersebut, The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75–4 persen untuk merespons inflasi yang masih berada di atas target.

Namun, ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga pada pertemuan Oktober mulai berkurang. Data inflasi dan ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan membuat sebagian pelaku pasar menilai The Fed tidak perlu terburu-buru memperketat kebijakan moneter.

Menurut Reuters, peluang kenaikan suku bunga minimal 25 basis poin pada Oktober turun menjadi sekitar 20,5 persen, dari sekitar 51 persen sepekan sebelumnya. Sebaliknya, pasar masih memberikan peluang sekitar 84,5 persen untuk kenaikan suku bunga pada Desember.

BACA JUGA:Indeks Dolar dan Minyak Dunia Bergejolak, Harga Emas dan Logam Mulia Diproyeksi Menguat Pekan Ini

BACA JUGA:Dolar AS Menguat dan The Fed Naikkan Suku Bunga, Rupiah Tertekan ke Level Rp17.753

Pasar Menanti Sinyal dari Pejabat The Fed

Risalah FOMC menjadi penting karena dapat memperlihatkan seberapa besar perbedaan pandangan di antara para pembuat kebijakan setelah kenaikan suku bunga September.

Sejumlah pejabat The Fed belakangan memberikan sinyal yang relatif lebih berhati-hati. Namun, Presiden Federal Reserve Bank of Kansas City Jeff Schmid tetap menilai kebijakan moneter perlu diperketat lebih lanjut untuk mengendalikan inflasi.

Pada Rabu, beberapa pejabat The Fed juga dijadwalkan menyampaikan pandangan mengenai ekonomi dan kebijakan moneter, termasuk Christopher Waller, Neel Kashkari, dan Alberto Musalem. Pernyataan mereka berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar terhadap keputusan FOMC berikutnya.

The Fed sendiri menjadwalkan publikasi risalah FOMC pada 7 Oktober. Pertemuan berikutnya akan berlangsung pada 27–28 Oktober 2026.

Euro Menguat, Yen Masih Tertekan

Di pasar valuta asing, euro sempat menguat signifikan setelah tekanan di pasar obligasi Prancis mereda. Imbal hasil obligasi Prancis turun setelah Marine Le Pen meningkatkan target pemangkasan belanja pemerintah menjadi €140 miliar jika memenangkan pemilihan presiden 2027.

BACA JUGA:Dolar AS Melemah, Rupiah Rebound ke Rp18.022: Ini Analisis Ekonomi Selengkapnya

BACA JUGA:Perang Timteng Berlanjut, Rupiah Tertekan ke Level Rp18.114 per Dolar AS

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: