Menjelajah Lautan Teduh (22): Tumor Jinak Pun Terangkat

Menjelajah Lautan Teduh (22): Tumor Jinak Pun Terangkat

SUASANA OPERASI pengangkatan tumor jinak (lipoma) di KRI dr Wahidin Sudirohusodo-991, Sabtu, 3 Oktober 2026.-SATGAS TERPADU PORT VISIT 2026-

Manfaat pelayanan kesehatan Satgas Terpadu Port Visit 2026 benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Vanuatu. Selama penyelenggaraannya, 3-4 Oktober 2026, pasien tidak hanya membeludak. Sebagian dari mereka juga pulang dengan penyakit yang sudah teratasi.

KESIBUKAN membekap ruang operasi KRI dr Wahidin Sudirohusodo-991, Sabtu, 3 Oktober 2026. Seorang pasien rebah di meja operasi yang diterangi lampu. Seorang perempuan.

Dokter dan paramedis melingkari pasien yang diselubungi kain hijau tersebut. Sewarna dengan petugas medis yang sedang bekerja tersebut.

Bau ruang operasi itu begitu khas. Bau obat. Sesekali menyembul aroma seperti sesuatu yang terbakar.

Di tengah-tengah operasi, tim medis tersebut menyempatkan membuat video ucapan selamat HUT ke-81 TNI. Video itu dibikin sesaat setelah penyakit pasien itu berhasil diangkat. Yakni, tumor jinak sebesar genggaman tangan orang dewasa. Lipoma!

BACA JUGA:Menjelajah Lautan Teduh (21): Keyakinan Faith

BACA JUGA:Tim PkM Untag Surabaya Kembangkan Digital Heritage Tari Tradisional di Sanggar Mugi Lestari

Ya, lipoma adalah istilah untuk benjolan jinak yang biasanya berada di antara kulit dan lapisan otot. Ia terbentuk dari penumpukan sel-sel jaringan lemak di bawah kulit. Karena itu, warna tumor itu begitu khas. Merah kekuningan.

Menyaksikan keberhasilan operasi itu memang cukup melegakan bagi kami yang menunggu di pintu ruang operasi. Hanya bisa memandang dari jarak sekitar lima langkah dari meja operasi. Sebab, kami tidak memakai baju steril.

Rizkya Dwijayanti, dosen Prodi Ilmu Administrasi Negara, FISIP, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, yang mengaku miris dengan suasana operasi—plus takut melihat darah—pun tetap tatag menunggu. Termasuk tabah pula mewawancarai Mayor Laut (K) dr Chairil Rusydi SpAn yang memimpin operasi.

’’Alhamdulillah, kami telah mengoperasi lipoma dari bagian punggung seorang pasien di Vanuatu,’’ kata dr Chairil yang juga Komandan Subsatgas Pelayanan Kesehatan pada Satgas Terpadu Port Visit 2026 tersebut.


TUMOR JINAK yang berhasil diangkat oleh tim yang dipimpin dr Chairil Rusydi Sp.An (kanan) di KRI dr Wahidin Sudirohusodo-991.-RIZKYA DWIJAYANTI-

’’Kami berhasil melakukannya berkat fasilitas yang lengkap di KRI dr Wahidin Sudirohusodo-991 ini,’’ ucap dr Chairil sembari menunjukkan tumor yang berhasil diangkatnya.

Memang, fasilitas di kapal bantu rumah sakit yang bermarkas di Komando Armada III Sorong itu cukup komplet. Setara dengan rumah sakit tipe C di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: