Kampungku Pasar, Pasarku Kampung
Pasar Pabean yang merupakan salah satu pasar tradisional yang masih bertahan di Kota Surabaya. -Purnawan Basundoro-
BAGAIMANA jadinya apabila terdapat suatu kampung di Kota Surabaya yang perlahan menghilang. Lalu menjadi pergudangan untuk pasar.
Kondisi tersebut dialami perkampungan Pabean, RW 10, Kelurahan Nyamplungan, Kecamatan Pabean Cantian.
RW 10 Kelurahan Nyamplungan terdiri dari Pabean, Ketapang, Pabean Sayangan, Pabean Utara, Pabean Pasar, Margi, Panggung, dan Jl. KH Mas Mansyur.
Perkampungan Pabean merupakan salah satu perkampungan tua di Surabaya. Pada masa Hindia Belanda, kampung tersebut menjadi kawasan diterapkannya kebijakan Wijkenstelsel. Yaitu aturan pembagian pemukiman berdasarkan ras.
BACA JUGA:Permudah Adminduk, Kecamatan Pabean Cantian Luncurkan Inovasi Cak Klepon
BACA JUGA:Rumah di Pabean Cantikan Surabaya Ludes Terbakar karena Obat Nyamuk
Perkampungan Pabean menjadi bagian dari pemukiman timur asing. Biasanya terdiri dari Tionghoa, Arab, India, dan Melayu.
Perkampungan Pabean berdampingan dengan Pasar Pabean. Pasar itu juga merupakan salah satu pasar tertua di Kota Surabaya. Persinggungan itulah yang kemudian memunculkan masalah ke depannya.
Peta Surabaya tahun 1825 menunjukkan sejarah terkait itu. Bahwa keberadaan perkampungan Pabean sudah ada sebelum Pasar Pabean.
Kemudian, peta Surabaya pada 1866 baru memunculkan adanya Pasar Pabean. Dengan kondisi Surabaya yang sudah menjadi kota benteng.
BACA JUGA:Kapolda Jatim Sambangi Warga Lumpuh di Pabean Cantikan
BACA JUGA:Matinya Ruang Publik dan Ironi Kota Ramah Anak
Pasar Pabean diperkirakan berdiri pada tahun 1849. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perkampungan Pabean ada terlebih dahulu sebelum Pasar Pabean.
Pendapat itu juga didukung oleh Prof. Purnawan Basundoro dalam bukunya Pengantar Kajian Sejarah Ekonomi Perkotaan Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: