Kampungku Pasar, Pasarku Kampung
Pasar Pabean yang merupakan salah satu pasar tradisional yang masih bertahan di Kota Surabaya. -Purnawan Basundoro-
BACA JUGA:Lika-Liku Ruang Publik bagi Pelaku Budaya Kota Surabaya
Selain itu, jalan-jalan kecil juga sering kali berubah menjadi lapak jualan. Sehingga menyempitkan jalan kampung.
Kondisi tersebut membuat perkampungan yang ada di sekitar Pasar Pabean semakin terhimpit. Aktivitas perkampungan sehari-hari, seperti rapat, musyawarah, anak-anak bermain di gang-gang, dan hajatan berganti menjadi aktivitas pasar.
Mulai dari lalu lalang kuli angkut, parkir kendaraan, dan aktivitas pengupasan bawang. Perubahan perkampungan menjadi pasar dapat dilihat dari perbedaan kondisi antara pagi dan malam.
Pagi hari, perkampungan Pabean ramai sekali dengan aktivitas pasar. Malamnya sepi. Karena perkampungan telah berubah menjadi gudang yang tak ada aktivitas saat malam.
BACA JUGA:Di Tengah Ketidakpastian Global, Kota Bisa Apa?
BACA JUGA:Batik Surabaya: Identitas Kota yang Tercurah di Atas Wastra
Penyempitan jalan kampung juga berdampak pada menghilangnya area bermain anak. Tidak ada lagi kumpul-kumpul antar warga. Karena warganya tinggal sedikit.
Ironis. Padahal, perkampungan Pabean dulunya juga sama seperti kampung-kampung di Surabaya pada umumnya. Banyak pohon di jalan kampung. Tapi akhirnya juga menjadi korban. Ditebang. Lahannya dipakai untuk berjualan.
Terhimpitnya perkampungan juga dapat dilihat dari menyusutnya jumlah Rukun Tetangga. Pada era '50an, jumlahnya 12 Rukun Tetangga.
Kemudian menjadi 7 Rukun Tetangga pada 90-an. Hingga hanya tinggal 6 Rukun Tetangga mulai tahun 2000.
BACA JUGA:Membicarakan Surabaya Raya: Kota yang Tumbuh Melampaui Batas Administratif
Menurunnya jumlah Rukun Tetangga berarti penurunan jumlah penduduk pula. Permasalahan sosial muncul seiring dengan menurunnya jumlah penduduk. Kampung menjadi sepi dari aktivitas warga, interaksi sosial, budaya, dan keagamaan.
Perkampungan Pabean pun terkenal dengan bangunan-bangunan kunonya. Banyak rumah kuno yang kemudian tidak terpelihara dengan baik. Karena berganti fungsi dari tempat tinggal menjadi gudang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: