Mitos dan Fakta Medis Minuman serta Susu Peninggi Badan Instan

Mitos dan Fakta Medis Minuman serta Susu Peninggi Badan Instan

Kandungan gizi dalam susu bertindak sebagai bahan baku pendukung pertumbuhan tulang, bukan sebagai penentu utama tinggi badan secara otomatis.-Dokumentasi pexels-pexels foto

HARIAN DISWAY - Terdapat berbagai iklan produk yang menawarkan solusi instan untuk meninggikan badan. Seperti susu atau minuman tertentu. 

Iklan-iklan tersebut sering kali tampil begitu meyakinkan. Dengan deretan testimoni yang menarik minat konsumen. Lengkap dengan foto before-after yang dramatis. 

Bagi siapa saja yang mendambakan postur tubuh ideal, tawaran semacam itu tentu sangat menggoda. Lalu memutuskan untuk membeli produk itu.

Namun, di balik gencarnya strategi pemasaran tersebut, pertanyaan besar kerap muncul. Apakah produk-produk instan tersebut benar-benar efektif secara ilmiah, ataukah sekadar trik pemasaran komersial belaka?

BACA JUGA:5 Daftar Makanan Wajib untuk Menjaga Kepadatan Tulang dan Sendi di Usia 40 Tahun

BACA JUGA:6 Rekomendasi Makanan Kaya Kalsium untuk Menjaga Kepadatan Tulang

Berikut fakta medis di balik mitos susu peninggi badan berdasarkan penjelasan ahli Kesehatan.

Memahami Mesin Pertumbuhan Tulang Manusia


Proses pengukuran tinggi badan anak secara berkala untuk memantau laju pertumbuhan tulang di masa growth spurt.-Dokumentasi pexels-pexels foto

Sebelum menilai efektivitas produk susu peninggi badan, penting untuk memahami satu hal. Yakni bagaimana sistem pertumbuhan tulang di dalam tubuh bekerja. 

Pertumbuhan tinggi badan manusia sangat bergantung pada bagian yang disebut lempeng epifisis atau lempeng pertumbuhan (growth plate).

Itu merupakan area jaringan tulang rawan yang berada di ujung tulang panjang. Seperti paha dan lengan.

BACA JUGA:Hari Tulang dan Sendi Anak Sedunia: Kenali, Cegah, dan Rawat Sejak Dini

BACA JUGA:7 Manfaat Susu Sapi Murni

Selama lempeng itu masih terbuka dan aktif, yang umumnya terjadi sepanjang masa anak-anak hingga remaja, sel-sel tulang terus memproduksi jaringan baru. Sehingga tulang dapat memanjang. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: