Pegawai sebagai Mitra Strategis Kampus Beyond Excellence

Pegawai sebagai Mitra Strategis Kampus Beyond Excellence

ILUSTRASI Pegawai sebagai Mitra Strategis Kampus Beyond Excellence.-MAULANA PAMUJI GUSTI-HARIAN DISWAY-

Unair dengan capaian excellence dalam 10 tahun terkahir. Situasi yang tidak banyak diketahui oleh publik adalah capaian itu diraih dengan segala keterbatas sumber daya bila dibandingkan dengan PTNBH lainnya. 

Tantangan saat itu sangat kompleks. Struktur kepegawaian yang gemuk di berbagai level, sumber pembiayaan terbatas, hingga infrastruktur kurang memadai. Unair saat itu ibarat kendaraan dengan kapasitas mesin terbatas, beban yang berat, tetapi dituntut berakselerasi tinggi. 

Tidak ada jalan mundur. Keputusan bersama yang diambil saat itu adalah memilih dan menetapkan nakhoda yang tepat dengan kemampuan skill mengemudi andal. Juga, konsolidasi organisasi yang matang di setiap level organisasi perguruan tinggi. 

Hasilnya adalah efisiensi sumber daya yang luar biasa. Modal itulah yang menjadi bahan bakar akselerasi capaian perguruan tinggi dalam sepuluh tahun terkahir. 

Pada 2026, hasil kerja keras semua pihak terbayar. Unair bertengger di peringkat ke-276 di dunia dan peringkat ke-3 secara nasional. Suatu prestasi melebihi prediksi semua pihak. 

Mitra Strategis

Unair memilih mitra strategis dari internal organisasi. Reposisi cara pandang terhadap sistem kepegawaian. Pegawai sebagai mitra strategis, bukan semata-mata supporting system. 

Ekosistem organisasi menjadi lebih sehat. Hambatan hierarki birokratik makin berkurang. Digantikan dengan fleksibilitas pengelolaan yang adaptif terhadap tantangan. Keputusan tidak berhenti pada dokumen akademik, harus diikuti oleh eksekusi program dan kegiatan yang terukur. 

Visi excellence diterjemahkan melalui langkah-langkah kecil. Dari capaian tridarma sebagai fungsi utama perguruan tinggi, hingga pengadministrasian capaian akademik sebagai kinerja masing-masing individu pegawai. Distribusi beban yang merata. Sinergi gerak antarbagian organisasi itulah yang membuat daya kerja mesin menjadi optimal. Keterbatasan sumber daya tidak lagi menjadi hambatan yang tidak dapat diatasi. 

Kesejahteraan pegawai bukan lagi tuntutan, tetapi sebagai kewajiban yang harus ditunaikan bagi organisasi perguruan tinggi. 

Perampingan struktur organisasi sistem kepegawaian membawa berkah realokasi sumber daya untuk kesejahteraan pegawai. Kesetaraan hak antara pegawai mulai dirasakan dengan berbagai skema tunjangan kinerja kepegawaian. Tahun 2026, kenaikan signifikan untuk tunjangan kinerja pegawai. Outcome dari sejumlah kebijakan efisiensi sumber daya. 

Universitas Airlangga dapat menjadi best practice di antara dilema yang dihadapi oleh PTNBH dalam aspek pengelolaan sistem kepegawaian di perguruan tinggi. Sinergi antara dua mesin penggerak organisasi perguruan tinggi. 

Sistem kepegawaian yang efisien dengan kontribusi nyata ilmu pengetahuan dari dari dosen/pengajar menjalankan tridharma perguruan tinggi. 

Ranking bukan tujuan akhir, tetapi perbaikan tata kelola berkelanjutan merupakan kumpulan langkah-langkah kecil akan mendekatkan diri menuju target kinerja perguruan tinggi ”beyond excellence”. (*)

*) Ervan Kus Indarto adalah dosen di Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: