Ketua ISNU Jatim Bagi Resep Total Football Kelola Organisasi

Minggu 14-05-2023,12:42 WIB
Reporter : Visa
Editor : Tomy C. Gutomo

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Ketua PW Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur Prof H.M. Mas'ud Said dikenal rajin turun ke cabang-cabang. Setiap kali ada undangan acara dari PC ISNU, Mas'ud selalu berusaha menyempatkan hadir meskipun memiliki jadwal yang sangat padat.

Seperti Jumat malam, 12 Mei 2023 lalu, Direktur Program Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma) itu menjadi pembicara utama acara halalbihalal PC ISNU Lumajang. Pada acara yang dihadiri Bupati Lumajang Thoriqul Haq dan pejabat Forkopimda itu Mas'ud hadir bersama Sekretaris PW ISNU Jatim M. Dawud dan Bendahara Zainul Abidin. Sehari setelahnya, Sabtu 13 Mei 2023, mereka menghadiri Konferensi Cabang PC ISNU Ponorogo.

Dalam setiap kunjungannya ke cabang, komisaris independen Bank Jatim ini selalu mengingatkan para pengurus akan pentingnya berjejaring. Baik membangun network di internal NU maupun eksternal NU. Juga pentingnya menguatkan tata kelola organisasi yang lebih baik, meningkatkan peran signifikan ISNU, dan kesungguh-sungguhan tim untuk mengurus organisasi. 


Ketua PW ISNU Jatim Prof H.M. Mas'ud Said (berdiri) di acara Konferensi PC ISNU Ponorogo, Sabtu, 13 Mei 2023. -FOTO: PW ISNU Jatim-

Beberapa waktu lalu, PW ISNU Jatim bersurat dan mendatangi cabang-cabang agar melakukan konferensi dan melakukan refreshment kepengurusan. Sekaligus untuk mendorong ISNU "naik kelas".

"Naik kelas yang dimaksud adalah kepengurusan yang lebih aktif, jajaran pengurus yang diisi oleh orang orang hebat di setiap kota dan kabupaten, penggunaan IT dalam organisasi, dan lebih terasa manfaatnya dalam mengisi 1 Abad Nahdlatul Ulama," kata Mas'ud.

Untuk naik kelas, kata Mas'ud, pengurus ISNU harus bekerja "ala total football". Website dan medsosnya harus kuat, kegiatannya sebaiknya kolaboratif dengan organisasi profesional dan berjejaring luas.

"Untuk naik kelas pengurus ISNU haru diisi oleh gabungan orang-orang berpengaruh seperti sahabat Abu Bakar As-Siddiq. Seorang sahabat pekerja keras dan kerjanya kuat, to the point. Juga yang berani ambil risiko seperti sahabat Umar bin Khattab. Dikuati oleh orang orang kaya yang loman (dermawan, Red) seperti sahabat Ustman bin Affan. Kemudian juga diisi oleh orang-orang alim seperti sahabat Ali bin Abi Tholib laksana pada zaman perjuangan Rasulullah SAW," kata Mas'ud di hadapan pengurus ISNU Cabang Ponorogo.

Ke depan, lanjut Mas'ud,  ISNU Jatim juga akan menguatkan ekosistem produk halal di Jatim, menguatkan UMKM binaannya, melanjutkan transformasi cabang-cabang dan cabang istimewa. Selain itu juga berjejaring dengan pimpinan Ponpes besar, 5 PTN dan 5 PTS besar di Jatim, serta menguatkan kaderisasi. (*)

 

Kategori :