Mengemas Pemuda agar Berdaya dan Berkarya

Kamis 25-05-2023,08:00 WIB
Reporter : Taufiqur Rahman/Guruh Dimas Nu
Editor : Noor Arief Prasetyo

SURABAYA, HARIAN DISWAY- ”Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” Itulah qoute dari Presiden Pertama RI Soekarno yang sangat terkenal.

Di tangan dan cara penanganan yang tepat, pemuda memang menjadi kekuatan yang luar biasa. Itulah yang dilakukan lima finalis babinsa inspiratif Brawijaya Awards 2023. Mereka adalah Serka Agus Santoso dari Kodim Nganjuk, Sertu Nurhidayat dari Kodim Mojokerto, Sertu Abu Nur Arifin dari Kodim Kediri, Serma Eko Suryadi dari Kodim Sampang, dan Serka Heri Lesmono dari Kodim Lumajang. Kelimanya bersaing dengan program unggulan pada kategori pemberdayaan pemuda.

Itu, antara lain, dilakukan Sertu Nur Hidayat, babinsa Gondang, Mojokerto. Ia membina pemuda dalam kegiatan Saka Wira Kartika. Pramuka yang dibina TNI-AD. Mereka rutin berlatih di halaman belakang Koramil Gondang.

Tali-temali menjadi makanan sehari-hari bagi mereka. Meluncur dari ketinggian di seutas tali dengan posisi kepala di bawah sudah biasa. Bagi yang awam, gerakan sulit seperti itu membuat deg-degan. ”Mereka terampil tali-temali, mountaineering, bahkan membuat jembatan darurat pun bisa,” ungkap Sertu Nur. 

Tak hanya itu. Saka Wira Kartika Gondang juga dilibatkan dalam penjagaan di beberapa tempat wisata. Salah satunya Lembah Mbencirang, Mojokerto. Mereka bertindak sebagai tim pengamanan.

”Mereka juga sebagai tim SAR bila ada pendaki yang kesulitan. Seperti tersesat atau dehidrasi,” ujar pria 43 tahun itu. Juga, mereka dibekali kemampuan kepemimpinan dan public speaking yang baik. 

Salah seorang anggota yang sukses adalah Nur Kholis. Ia menjadi kepala dusun di kawasan Dlanggu, Mojokerto, di usia yang masih sangat muda, 23 tahun. ”Pak Nur juga membekali kami kemampuan public speaking yang baik. Sebagai kepala dusun, saya aktualisasikan kemampuan itu untuk berbicara dengan masyarakat,” ujarnya. 

Hal yang sama dilakukan Serka Agus Santoso, bintara pembina desa (babinsa) Desa Kutorejo, Kodim Nganjuk. Sejak 2010, Agus mengabdikan diri untuk pemuda di Kertosono. ”Yang bergabung ke Saka Wira Kartika ini dominan ingin gabung ke TNI atau Polri. Makanya, kita selipkan juga materi kematradaratan. Termasuk latihan yang menguji adrenalin. Seperti repling (turun dengan tali, Red),” ungkap Agus.


Serda Agus Santoso saat memberikan arahan para pemuda pramuka Saka Wira Kartika, Rabu, (24/5/2023).-Elvina Talitha Alawiyah-

Selain menjadi pembina di kepramukaan, Agus mengajarkan kedisiplinan di Unit Pelaksana Teknis Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Anak, Dinas Sosial Jatim. ”Kami bersyukur ada Pak Agus. Anak-anak bisa disiplin. Ada perubahan lah dibanding waktu mereka baru datang. Anak-anak di sini kan banyak yang gak punya orang tua. Hidupnya di jalanan,” ungkap Uma Hayati, pengurus panti.

Agus juga membina remaja yang berminat mendaftar TNI-Polri dan sekolah kedinasan lainnya. Mereka berlatih setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu. Tempatnya di Stadion Tembarak, Kertosono. 

Menjadi anggota TNI atau Polri memang butuh kedisiplinan tinggi. Tidak hanya kuat fisik, tetapi juga kuat mental. Bisa berpikir cepat untuk mengambil keputusan. Itu semua butuh latihan dan disiapkan.

Itu menjadi salah satu materi yang diberikan Serka Heri Lesmono, babinsa Desa Dawuan Lor, Kecamatan Sukodono. 


Serka Heri Lesmono Babinsa Babinsa Dawuhan Lor berfoto bersama siswa binaannya.-Syahrul Rozak Yahya-

Ia melakukan pembinaan jasmani terhadap anak-anak muda di desanya sebagai persiapan tes masuk TNI, Polri, ataupun sekolah kedinasan. Prestasi sejak berpangkat prada pada 1997 sampai kopda 2009 dan pernah menjadi atlet halang rintang Batalyon Infanteri 301/Prabu Kian Santang di Kodam 3 Siliwangi menjadi modalnya sebagai pelatih. 

Terlebih, saat itu Heri juga sering mendampingi pelatihnya untuk pembinaan jasmani. Sampai ditugaskan ke Koramil Sukodono pun, Heri masih tetap rutin berlatih fisik. 

Aktivitas itu diketahui saudara ipar Heri yang kebetulan punya putri bernama Diah Ayu yang berminat masuk kepolisian. Dialah murid pertama Heri. Diah lolos seleksi kepolisian. Kabar itu kemudian menyebar dan murid latih Heri makin banyak.

Kategori :