Kemenkes Nyatakan Jatim Bebas Malaria

Kamis 15-06-2023,18:13 WIB
Reporter : Michael Fredy Yacob
Editor : Taufiqur Rahman

KALTIM, HARIAN DISWAY - Lima provinsi di Indonesia dinyatakan berhasil melakukan eliminasi malaria di 2023 oleh Kementerian Kesehatan RI.

 

Yakni Jawa Timur, DKI Jakarta, Bali, Banten dan Jawa Barat. Selain itu, ada 381 kabupaten-kota yang mendapatkan pengakuan yang sama.

Keberhasilan Jatim dalam melakukan Eliminasi Malaria ini ditandai dengan penyerahan sertifikat Eliminasi Malaria tingkat Provinsi. Diberikan oleh Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI Maxi Rein Rondonuwu kepada Asisten Administrasi Umum Akhmad Jazuli.

BACA JUGA:Luncurkan RPJP Jatim 2025-2045, Khofifah Dukung Pemimpin Yang Bisa Lanjutkan Program Pemerintah

BACA JUGA:Dramatis, Kroasia Melaju ke Final Euro Setelah Tumbangkan Tuan Rumah Belanda

Ia mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Sertifikat itu diserahkan saat acara puncak Hari Malaria Sedunia 2023 di Kalimantan Timur, Kamis 15 Juni 2023.

Atas diraihnya sertifikat eliminasi malaria ini, Khofifah sangat bersyukur. Menurutnya, hal ini menjadi wujud komitmen pemprov Jatim bersama seluruh stakeholder dalam upaya mengeliminasi kasus malaria di provinsi itu. Yakni dengan langkah-langkah konkret dan komprehensif.

“Atas nama Pemprov Jatim kami menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada seluruh stakeholder terkait yang telah berkolaborasi dan bersinergi bersama, untuk mewujudkan eliminasi malaria di Jatim. Hal ini menjadi bagian dari upaya kita dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat," ungkap Khofifah.

BACA JUGA:Erick Thohir Dorong MES Jatim Maksimalkan Potensi Ekonomi Syariah

Eliminasi malaria adalah upaya pemutusan rantai penularan malaria pada manusia di wilayah tertentu secara berkesinambungan. Hal ini dilakukan untuk menekan angka penyakit serendah mungkin.

Berdasarkan data, seluruh kabupaten-kota di Jatim telah mendapat sertifikat eliminasi malaria semenjak 2018. Pencapaian ini diperoleh secara bertahap. Mulai 2014 dengan cakupan 34 kabupaten-kota, kemudian 2015 bertambah Kabupaten Banyuwangi, 2016 Madiun dan Pacitan, serta 2017 Kabupaten Trenggalek.

“Alhamdulillah tahun ini Provinsi Jawa Timur dinyatakan lulus eliminasi malaria tingkat provinsi pada 5 April 2023 oleh Kemenkes RI. Kami mengajak semua stakeholder untuk berkomitmen terus mempertahankan daerah eliminasi malaria sampai penilaian selanjutnya oleh WHO 2024 mendatang,” terang Khofifah.

BACA JUGA:Revans Manis Jekson Karmela Vs Paris 'Salam dari Binjai'

Selain itu, untuk mendapatkan Sertifikat Eliminasi Malaria tingkat provinsi ini, terdapat sejumlah tahapan. Pertama, Self assesment atau penilaian mandiri terhadap empat persyaratan kriteria yang ditetapkan dalam mencapai eliminasi malaria tingkat Provinsi. 

Kedua, melalui pengusulan penilaian eliminasi oleh Dinas Kesehatan provinsi dan penilaian oleh Komisi Penilaian Eliminasi Malaria secara independen.

Berdasarkan data E-sismal (Sistem Informasi Surveilans Malaria) 2022, jumlah kasus malaria di Jawa Timur sebanyak 579 kasus dengan 2 kematian. Sedangkan data per Mei 2023, jumlah kasus malaria di Jatim sebanyak 225 kasus dengan 2 kematian.

BACA JUGA:Gadaikan Xpander, Pembunuh Angelina Ditipu Makelar

Perempuan yang menjabat sebagai Ketua Umum PP Muslimat NU ini juga menyebut bahwa semua kasus itu adalah kasus impor, bukan kasus penularan setempat. Menurutnya, kasus impor setiap tahunnya terus terjadi. Karena itu, diperlukan kegiatan pencegahan terjadinya penularan setempat.

U ntuk itu ia meminta masyarakat untuk melakukan sejumlah kewaspadaan. Bagi siapa saja yang baru saja melakukan perjalanan dari wilayah endemis malaria, segera memeriksakan diri ke fasyankes.

 

“Kemudian mewaspadai gejala malaria dengan memeriksakan diri ke fasyankes. Karena diagnosis malaria sedini mungkin dan pengobatan standar sangat penting. Apabila keluar rumah di malam hari, gunakan baju dan celana panjang. Serta ikut berpartisipasi dalam pengendalian vektor pada habitat nyamuk anopheles,” tegasnya.(*)

Kategori :