Kabar Dari Tanah Suci (23): Rahasia Keharuman Parfum Thaif

Kamis 06-07-2023,08:13 WIB
Reporter : Pamuji Setyawan
Editor : Tomy Gutomo

Jemaah haji kloter 44 Embarkasi Surabaya meneruskan perjalanan ke Thaif dan Al-Hada. Thaif dan Al-Hada adalah tempat wisata, Berikut catatan Pamuji Setyawan dari Biro Haji dan Umrah Dewangga cabang Ngawi langsung dari Thaif. 

---

KABAR bahwa kota Thaif yang indah dan sejuk membuat banyak wisatawan jemaah haji maupun umrah ingin mengunjungi kota tersebut. Kota ini berada di antara pegunungan Asir dan pegunungan Al-Hada. Jarak dari Makkah sekitar 80 kilometer bisa ditempuh kira-kira 2 jam perjalanan.

Kota Thaif memiliki dengan tanah yang subur, meskipun mayoritas bebatuan lebih mendominasi. Suburnya tanah kota Thaif membuatnya terkenal dengan kekayaan produk pertanian. Bermacam jenis buah-buahan, seperti anggur, kurma, delima dan lain-lain dihasilkan petani Kota Thaif.

BACA JUGA:Kabar Dari Tanah Suci (22) : Sensasi Tawaf dan Sai Naik Skuter Listrik

BACA JUGA:Kabar Dari Tanah Suci (21): Bisa Tawaf Tanpa Ihram

Ada juga beragam macam sayur-mayur dan bunga-bungaan. Bunga yang banyak dihasilkan antara lain mawar, ambar, misik, dan yasmin dijadikan sebagai bahan baku untuk membuat minyak wangi. Sebagian lagi diekspor ke berbagai negara.

Jalan berkelok-kelok dan menanjak akan ditemui ketika melewati pegunungan Asir dan al-Hada arah menuju kota Thaif. Namun karena ini di Arab Saudi, nyaris di sepanjang jalan tidak ditemui pepohonan. Hanya bebatuan dan pasir yang tandus.


Pengunjung mencoba koleksi parfum di salah satu pabrik parfum di Thaif. -Pamuji Setyawan-Dewangga-

Saat memasuki kota Al-Hada, sebelum Thaif, akan terlihat pemandangan sebaliknya. Di sepanjang jalan terlihat pemandangan yang sejuk dengan pepohonan dan perkebunan kurma tampak tumbuh subur  dan tertata dengan rapi. Tampak pula beberapa rumah tradisional berdiri di tengah perkebunan.

Kali ini kami berkunjung ke salah satu pabrik parfum di Thaif. Tepatnya tempat penyulingan bunga mawar dan juga pabrik turunannya. Tempatnya cukup besar. Kami diajak menuju tempat penyulingan di mana sudah ada guide dari pabrik parfum yang menjelaskan proses penyulingan mawar. “Bunga mawar dipanen kemudian dimasukkan bejana untuk merebus. Kemudian direbus selama 9 jam,” jelas sang guide. Setelah 9 jam akan menghasilkan 9 ml hasil sulingan bunga mawar. Bunga mawar yang dibutuhkan untuk menghasilkan 9 ml hasil sulingan sebanyak 10 ribu bunga mawar.”


Her Suprabu, dirut Dewangga Lil Hajj Wal Umroh bersama jemaah haji khusus konsorsium Solo menikmati nasi mandi di Thaif. -Pamuji Setyawan-Dewangga-

Setelah hasil sulingan bunga mawar diperoleh kemudian diproses menjadi produk turunan antara lain mawar seperti parfum, sabun mandi, hand body, minyak mawar, bedak, misik dan lainnya. Harga jual produk turunan bervariasi mulai dari 10 riyal. Ada juga air mawar yang bisa dicampur dengan air zam-zam dan menghasilkan aroma mawar. Konon setelah minum air zam-zam campuran air mawar tersebut keringat akan berbau wangi mawar. Setelah puas berbelanja, pengunjung bisa santai minum teh atau kopi di taman yang disediakan pabrik parfum. (Bersambung)

 

Kategori :