Transformasi Pendidikan ala Prodi Sarjana Terapan Teknologi Veteriner Unair

Senin 02-10-2023,06:00 WIB
Oleh: Anwar Ma'ruf*

ZAMAN telah berubah. Masyarakat telah berkembang dan berdinamika untuk menemukan titik keseimbangan. 

Dinamika sosial yang terjadi di tengah masyarakat rupanya direspons para pakar, akademisi, praktisi, maupun pemangku kebijakan. 

Perubahan sosial yang menjalar pada hampir semua aspek kehidupan masyarakat membuat ”mereka” yang merasa memiliki tanggung jawab untuk mengawal proses transformasi segala sektor pun bertindak serius untuk menghadapinya. 

BACA JUGA:Empat Prodi Sarjana Terapan Unair Raih Competitive Fund Vokasi 2022

BACA JUGA:Vokasi Pencetak SDM Global

Salah satu lini yang tergerak untuk merespons adanya dinamika sosial akibat adanya tuntutan dari perubahan zaman ialah sektor pendidikan. Dunia pendidikan pun turut berbenah mengambil langkah agar tetap bisa kompatibel dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Program Studi (Prodi) Sarjana Terapan Teknologi Veteriner Fakultas Vokasi Universitas Airlangga bisa menjadi role model dalam upaya melakukan transformasi pendidikan dalam rangka menghadapi dinamika sosial dan perubahan zaman. 

Tidak berlebihan jika prodi tersebut menjadi role model. Sebab, program studi yang ada di Fakultas Vokasi Unair itu telah melakukan transformasi dengan berganti ”baju” diploma menjadi sarjana terapan. 

BACA JUGA:Tefa (Teaching Factory) Sarana Utama Pendidikan Vokasi

BACA JUGA:Pendidikan Vokasi Adalah Jalan Utama untuk Meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul

 

Program Diploma ”Berganti Baju” Menjadi Sarjana Terapan

Secara filosofis, keilmuan program studi jenjang Diploma 3 Paramedik Veteriner Fakultas Vokasi Universitas Airlangga yang telah ada memiliki perbedaan yang signifikan dengan sarjana terapan teknologi veteriner. 

Lulusan prodi D-3 paramedik veteriner hanya ”dicetak” sebagai teknisi. Sebaliknya, lulusan sarjana terapan teknologi veteriner ”dilahirkan” sebagai individu yang mampu memberikan pelayanan kebutuhan kesehatan hewan secara prima dan tentunya profesional. 

Adapun landasan teoretis terkait dengan pendirian program studi baru itu adalah atas dasar teori ”pendidikan berdasarkan standar” (standard-based education) dan kurikulum berbasis kompetensi” (competency-based curriculum).

Kategori :