IPM Jatim 2023 di Atas Rata-Rata Nasional, Naik 3,15 Persen, Jatim Siap Wujudkan Indonesia Emas 2045

Kamis 07-12-2023,07:48 WIB
Reporter : Mohamad Nur Khotib
Editor : Tomy Gutomo

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Timur terus membaik hingga akhir 2023. Per 1 Desember 2023, IPM Jawa Timur tercatat 74,65, meningkat 3,15 persen selama periode 2019-2023. 

---

CAPAIAN membanggakan kembali ditorehkan Jawa Timur. IPM 2023 Jawa Timur di atas rata-rata nasional yang tercatat 74,39. IPM Jawa Timur juga di atas capaian IPM  provinsi besar lainnya di pulau Jawa, yaitu Jawa Barat (74,24) dan Jawa Tengah (73,39).

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bangga dengan capaian IPM tersebut, sekaligus optimistis bahwa Jatim akan mampu mewujudkan target sasaran visi Indonesia Emas sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2045.

"Dengan capaian IPM Jatim ini kita semakin optimistis Jatim akan mampu mewujudkan Indonesia Emas 2045", terang Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin, 4 Desember 2023. 

Capaian IPM atau Human Development Index (HDI), menurut mantan menteri sosial ini, merupakan indikator utama untuk mengukur keberhasilan pembangunan kualitas hidup masyarakat. Ada pendekatan tiga dimensi dasar, yakni umur panjang dan hidup sehat, pendidikan, serta standar hidup layak.

BACA JUGA:Perekonomian Jawa Timur 2024 Tetap Kuat Melalui 5 Strategi, Wagub: Jatim Bangkit Optimis Melaju

BACA JUGA:RSUD Dr Soetomo Tambah Lima Layanan, Khofifah: Tak Perlu Berobat ke Luar Negeri

Peningkatan IPM 2023 terjadi pada semua dimensi tersebut. Pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, bayi yang lahir pada tahun 2023 memiliki harapan untuk dapat hidup hingga 74,87 tahun. Meningkat 0,30 tahun dibandingkan dengan mereka yang lahir pada tahun sebelumnya. 

Pada dimensi pendidikan, harapan lama sekolah (HLS) penduduk umur 7 tahun meningkat 0,01 tahun dibandingkan tahun sebelumnya. Dari 13,37 menjadi 13,38 tahun. sedangkan rata-rata lama sekolah (RLS) penduduk umur 25 tahun ke atas meningkat 0,08 tahun, dari 8,03 tahun menjadi 8,11 tahun pada tahun 2023. 

Sedangkan untuk dimensi standar hidup layak, diukur berdasarkan rata-rata pengeluaran riil per kapita per tahun yang tercatat meningkat Rp 429 ribu rupiah (3,58 persen) dibandingkan tahun sebelumnya. 

"Sumber data HLS - RLS dan pengeluaran riil per kapita per tahun menggunakan hasil Susenas Maret," terang Khofifah.

Peningkatan IPM terkait erat dengan keberhasilan Pemprov Jatim menangani kemiskinan ekstrem turun secara signifikan sebesar 3,58 persen selama dua  tahun terakhir. 

"Kemiskinan ekstrem di Jatim turun drastis dari 4,4 persen pada 2020 menjadi 0,82 persen pada Maret 2023. Atas prestasi ini, Jatim mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat berupa insentif fiskal senilai Rp 6,215 miliar," ujarnya.

Selain keberhasilan penanganan kemiskinan, peningkatan IPM Jatim juga dipengaruhi sejumlah faktor, seperti pertumbuhan ekonomi Jatim pada Triwulan III 2023 (Q to Q) yang berhasil tumbuh impresif sebesar 1,79 persen di atas nasional dan tertinggi se-Pulau Jawa.

Kategori :