Perundungan di Sekolah dan Upaya Pencegahannya

Selasa 27-02-2024,14:01 WIB
Oleh: Ike Herdiana

4. Sekolah harus mulai membangun pola komunikasi yang positif antara guru, siswa, dan civitas academica. Biasakan memberikan pujian atau dorongan atas perilaku baik, saling mendukung siswa untuk meraih prestasi, minimalkan kompetisi dan meningkatkan kolaborasi. Ciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling hormat menghadapi perbedaan.

5. Kenali tanda-tanda kekerasan/perundungan di sekolah sedini mungkin. Salah satu hal yang harus diwaspadai adalah adanya kelompok/geng siswa yang tidak terkait dengan kegiatan atau aktivitas sekolah. Ambil tindakan segera dan identifikasi apakah kelompok tersebut menimbulkan ketidaknyamanan di lingkungannya.

BACA JUGA: Perundungan Bikin Dokter Muda Depresi, Jadi ’’Langganan’’ di Lima RS Milik Kemenkes

6. Aktifkan kegiatan ekstrakurikuler agar siswa memiliki wadah untuk berekspresi dan memenuhi kebutuhan belajar selain akademik.

7. Dorong siswa untuk terbuka dan melapor jika mengalami perundungan. Hal itu harus terus dilakukan pihak sekolah lantaran kebanyakan korban anak sulit untuk melaporkan pengalaman perundungan bahkan kepada orang tuanya sekalipun. Sebab, terdapat unsur intimidasi yang membuatnya takut untuk melapor.

BACA JUGA: Sanksi Yang Menanti Bagi Dokter, Karyawan, Dosen, maupun Instansi Yang Terbukti Terlibat Perundungan

KEPEDULIAN ORANG TUA TERHADAP ISU PERUNDUNGAN DI SEKOLAH

Perundungan di sekolah kini menjadi perhatian setiap orang tua. Dengan banyaknya kasus yang mengemuka, rasa khawatir atas pengalaman perundungan pada anak makin tinggi. Apalagi, jika orang tua melihat sekolah kurang memiliki kepedulian terhadap isu tersebut. 

Signe Whitson (2012) dalam artikelnya berjudul What Parents Can Do When Bullying is Downplayed at School? menuliskan bahwa sebagian besar orang dapat saja meremehkan laporan tentang perundungan. 

Oleh sebab itu, penting bagi orang tua terlibat dalam menyusun strategi pendekatan tentang isu perundungan tersebut untuk mendapatkan perhatian dari pihak sekolah. Bahkan, sekolah sebaiknya meningkatkan partisipasi orang tua dalam membentuk semacam satuan tugas (satgas) pencegahan dan penanganan perundungan di lingkungan sekolah. 

BACA JUGA: Model-Model Perundungan di Kalangan Dokter: Disuruh Laundry Sampai Diperas Puluhan Juta

Kerja sama pihak sekolah dan orang tua diharapkan mampu membuat siswa menjadi lebih terbuka untuk menyampaikan atau melaporkan setiap kejadian perundungan yang mereka alami. 

Whitson (2012) juga mengungkapkan bahwa dibutuhkan keberanian besar untuk anak-anak ”speak up” di bawah intimidasi pengalaman perundungan. 

Oleh karena itu, ketika anak-anak bicara tentang perundungan, penting bagi orang tua untuk menghormati tindakan berani mereka dan menjadi pembela anak-anak mereka. 

BACA JUGA: Umar Syaroni, Penyandang Disabilitas Peraih Beasiswa Doktor di Australia (2) : Bertahan dari Perundungan Sejak Kecil

Orang tua mengambil peran penting untuk terus berkoordinasi dengan sekolah agar sekolah dapat mendengar suara kekhawatiran anak-anak terhadap lingkungan sekolah yang tidak dapat dikendalikan. 

Kategori :