Rudal Rusia Hantam Pabrik Elektronik AS di Ukraina, 15 Pekerja Terluka

Sabtu 23-08-2025,19:32 WIB
Reporter : Najwal Hamamah*
Editor : Taufiqur Rahman

HARIAN DISWAY – Serangan udara besar-besaran Rusia pada Kamis malam, 21 Agustus 2025 ke wilayah Ukraina menghantam sebuah pabrik elektronik milik perusahaan Amerika Serikat di Ukraina barat.

Sedikitnya 15 pekerja terluka, menjadikan serangan ini sorotan karena menargetkan fasilitas investasi asing di tengah upaya diplomasi perdamaian.

Militer Ukraina melaporkan Rusia meluncurkan lebih dari 570 drone dan 40 rudal dalam serangan semalam suntuk. Serangan ini adalah salah satu yang terbesar dalam beberapa bulan terakhir. Salah satu rudal menghantam pabrik milik Flex Ltd., perusahaan teknologi berbasis di Texas, yang berlokasi di Mukachevo, wilayah Zakarpattia.

BACA JUGA:NATO Bahas Jaminan Keamanan untuk Ukraina Pasca Perang

BACA JUGA:Mimpi Buruk Ukraina Semakin Nyata, Trump Desak Zelensky Serahkan Donetsk Pada Rusia

Gubernur setempat, Viktor Mykyta, mengatakan pabrik itu memproduksi peralatan elektronik konsumen dan tidak terkait aktivitas militer. “Fasilitas ini sama sekali bukan target militer. Menyerangnya jelas merupakan pesan politik dari Rusia,” ujarnya.

Ledakan menghancurkan sebagian bangunan dan melukai para pekerja yang sedang berada di dalam. Seluruh korban telah dibawa ke rumah sakit terdekat. Otoritas Ukraina menegaskan tidak ada korban jiwa dalam insiden di pabrik tersebut.

Serangan ke Mukachevo memicu kekhawatiran baru karena lokasi pabrik berada jauh dari garis depan. Flex Ltd. adalah perusahaan multinasional Amerika dengan ribuan karyawan di Ukraina. Menyerang fasilitas sipil milik AS dinilai sebagai upaya Rusia memperluas tekanan politik terhadap Washington.

BACA JUGA:Trump-Putin Akhiri KTT Alaska Tanpa Kesepakatan Perang Ukraina

BACA JUGA:Trump Ancam “Konsekuensi Berat” Bagi Rusia Jika Putin Halangi Perdamaian di Ukraina

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dalam pidato malamnya menilai serangan ini menegaskan Rusia tidak memiliki niat untuk mengakhiri perang. “Semua tindakan dan sinyal politik mereka tidak pantas. Menyerang investasi asing di wilayah kami menunjukkan bahwa Moskow memilih perang, bukan diplomasi,” kata Zelenskiy.

Selain Mukachevo, Rusia juga melancarkan serangan ke kota Lviv, menewaskan satu orang dan melukai tiga lainnya. Kementerian Dalam Negeri Ukraina mencatat total 22 orang terluka di berbagai lokasi.

Moskow mengklaim bahwa serangannya menyasar infrastruktur energi, lapangan udara, dan fasilitas militer. Namun, bukti di lapangan memperlihatkan sejumlah objek sipil, termasuk pabrik Flex, menjadi korban.

BACA JUGA:Eropa Minta Trump Tekan Putin, Jelang KTT yang Tak Libatkan Ukraina

BACA JUGA:Uni Eropa Khawatir KTT Alaska Tanpa Ukraina Picu Kesepakatan Rugikan Kyiv

Kategori :