Rencana pengembangan WHOOSH Jakarta–Surabaya sendiri merupakan mandat langsung Presiden Prabowo, yang disampaikan melalui Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Namun Kanang menilai mandat itu tidak bisa hanya dijawab dengan “iya” tanpa kajian mendalam.
BACA JUGA:Kanang: Koperasi Merah Putih Jangan Jadi Rumah Kosong
BACA JUGA:Kanang Usul Pemisahan Unit Prasarana Kereta Api
“Presiden ingin sesuatu, kita iya-iya saja, lalu kemudian jadi beban. Jangan sampai itu terjadi lagi,” pesannya.
Kanang menutup dengan menekankan bahwa kereta cepat harus memberi nilai tambah nyata, bukan sekadar pencitraan. “Kita tidak ingin mengulang model WHOOSH Jakarta–Bandung yang sampai sekarang belum untung dan justru jadi beban keuangan,” tandas mantan Bupati Ngawi dua periode itu. (*)