Karena besarnya pengorbanan rakyat dalam pertempuran ini, pemerintah kemudian menetapkan tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan.
BACA JUGA:Amad; Kisah Veteran dan Memori Satu Abad (3): Siapkan Tangga di Hotel Yamato
BACA JUGA:Melacak Perobek Bendera Belanda di Hotel Yamato
Hari ini bukan sekadar peringatan sejarah, melainkan simbol semangat perjuangan, persatuan, dan cinta tanah air.
Perlawanan Arek-Arek Suroboyo menjadi bukti bahwa keberanian dan tekad rakyat Indonesia mampu menghadapi kekuatan asing sebesar apa pun.
Hari Pahlawan 10 November menjadi pengingat bagi bangsa Indonesia bahwa kemerdekaan bukan hadiah, melainkan hasil dari darah, air mata, dan perjuangan para pahlawan. Semangat itu harus terus hidup dalam diri setiap generasi penerus bangsa. (*)
*) Mahasiswa magang dari Prodi Sastra Indonesia, Universitas Negeri Surabaya.