TOI 561b, Planet Lava yang Bertahan Melawan Radiasi Bintang

Sabtu 03-01-2026,13:00 WIB
Reporter : Guruh Dimas Nugraha
Editor : Guruh Dimas Nugraha

Ketertarikan awal para peneliti pada TOI 561b muncul karena kepadatannya yang tidak biasa. Untuk ukurannya, planet itu memiliki kepadatan relatif rendah. Yakni sekitar empat kali kepadatan air.

Salah satu penjelasan yang masuk akal adalah keberadaan atmosfer tebal yang membuat planet tampak lebih besar dari seharusnya.

BACA JUGA:Pertama Kalinya Imuwan Menyaksikan Bintang Menelan Planet

BACA JUGA:Hujan Meteor Quadrantid Bertemu Supermoon di Awal Tahun 2026

Bukti dari Teleskop James Webb

Untuk menguji dugaan tersebut, tim peneliti menggunakan James Webb Space Telescope (JWST). TOI 561b merupakan planet yang terkunci pasang surut. Artinya, satu sisi planet selalu menghadap bintangnya. Sementara sisi lainnya selalu gelap.

Tanpa atmosfer, kondisi itu seharusnya menciptakan perbedaan suhu ekstrem. Sisi siang akan sangat panas. Sementara sisi malam membeku. Namun hasil pengamatan JWST justru menunjukkan suhu yang lebih moderat di kedua sisi planet.

Para ilmuwan sebelumnya memperkirakan suhu sisi siang mencapai sekitar 2.700 derajat Celsius. Kenyataannya, suhu yang terukur sekitar 900 derajat Celsius lebih rendah dari perkiraan tersebut.

Suhu yang lebih rendah dan kepadatan planet yang tak biasa itu dapat dijelaskan oleh atmosfer dengan angin kencang. Itu mendistribusikan panas dari sisi siang ke sisi malam.

BACA JUGA:Puncak Hujan Meteor Eta Aquarids 5-6 Mei 2024, Begini Cara Melihatnya

BACA JUGA:Jangan Lewatkan! Hujan Meteor Parseid Bakal Hiasi Langit Minggu Dini Hari Ini

Lautan Magma sebagai Kunci

Salah satu hipotesis paling menarik adalah peran lautan magma di permukaan TOI 561b. Arus magma yang sangat panas diduga terus-menerus melepaskan gas ke atmosfer.

Proses itu mungkin terjadi lebih cepat daripada kemampuan bintang induknya untuk mengikis gas-gas tersebut.

“Kami baru mulai memahami mekanisme itu. Pengamatan lanjutan akan menunjukkan seberapa langkanya planet berbatu superpanas yang masih memiliki atmosfer,” kata Wallack.


Ilustrasi planet. Pengamat menemukan eksoplanet TOI 561b planet yang jauh dari kondisi yang memungkinkan munculnya kehidupan, namun tetap penting bagi studi ilmu planet.--freepik.com

Bukan Layak Huni, Tapi Penting

Keberadaan atmosfer sering dikaitkan dengan potensi kelayakhunian. Namun dalam kasus TOI 561b, harapan itu jelas tidak berlaku.

BACA JUGA:Puncak Hujan Meteor Perseid 12-13 Agustus 2023 Lewat Indonesia, Ini Tips dan Waktu Terbaik Melihatnya

Kategori :