HARIAN DISWAY - Musim penghujan melanda sebagian besar wilayah Indonesia. Kondisi cuaca lembap. Perubahan suhu sedang tidak menentu.
Itu membuat kasus penyakit saluran pernapasan, terutama flu, cenderung meningkat. Di tengah situasi tersebut, masyarakat diimbau lebih waspada terhadap peningkatan kasus Influenza A (H3N2) subclade K atau superflu.
Istilah superflu sejatinya bukan nama penyakit baru. Anda sudah tahu, sebutan itu muncul di ruang publik. Yakni untuk menggambarkan lonjakan penularan influenza musiman yang terjadi relatif cepat dalam beberapa waktu terakhir.
Peningkatan kasus itu dilaporkan tidak hanya di Indonesia. Tetapi juga di sejumlah negara lain, seiring masuknya varian Influenza A (H3N2) subclade K ke dalam sirkulasi global.
BACA JUGA:Fraksi PDIP Minta Pemprov Waspadai Superflu yang Mengancam Jatim
BACA JUGA:Kasus Super Flu Terdeteksi di Bali, Menkes Sebut Ringan dengan Tingkat Kematian Rendah
Suhu tubuh naik? Jangan langsung anggap flu biasa. Waspada superflu, infeksi virus baru yang gejalanya mirip flu biasa. Tapi lebih cepat berkembang dan bisa lebih serius.--pexel
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mencatat, keberadaan varian subclade K di Tanah Air terdeteksi sejak Agustus 2025.
Temuan tersebut diperoleh melalui pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) serta pemantauan sistem surveilans ILI-SARI (Influenza Like Illness–Severe Acute Respiratory Infection).
Dari hasil pemantauan itu, kelompok yang paling rentan terinfeksi adalah anak-anak, lanjut usia, individu dengan daya tahan tubuh rendah, serta mereka yang memiliki penyakit penyerta atau kondisi medis kronis.
Meski demikian, Kemenkes menegaskan bahwa situasi saat ini masih terkendali. Tingkat keparahan penyakit yang ditimbulkan varian itu dinilai tidak lebih berat dibandingkan influenza musiman pada umumnya.
BACA JUGA:Kasus Super Flu di Indonesia Capai 62, Terbanyak di Jawa Timur
BACA JUGA:62 Kasus Super Flu di Indonesia, Wamenkes Pastikan Masih Aman
Namun, kewaspadaan tetap diperlukan. Terutama di tengah musim hujan yang mempermudah penyebaran virus.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Secara umum, gejala superflu tidak jauh berbeda dengan flu biasa. Namun, pada sebagian penderita, keluhan dapat terasa lebih intens dan mengganggu aktivitas harian. Beberapa tanda yang kerap muncul antara lain:
- Demam tinggi yang datang mendadak
- Batuk dan pilek yang tidak kunjung membaik
- Sakit kepala disertai nyeri otot
- Nyeri atau rasa tidak nyaman di tenggorokan
- Tubuh terasa lemas dan mudah lelah
- Nafsu makan menurun
- Mata terasa nyeri, berair, atau lebih sensitif terhadap cahaya