Gejala tersebut biasanya muncul secara bertahap dalam beberapa hari setelah tubuh terpapar virus. Secara klinis, dokter tidak dapat memastikan seseorang terinfeksi hanya berdasarkan gejala.
Superflu Subclade K mulai masuk ke beberapa wilayah Indonesia.--freepik.com
BACA JUGA:BBKK Surabaya: Belum Ada Kasus Super Flu Terdeksi Dari Pintu Kedatangan Juanda
BACA JUGA:Influenza A H3N2 Subclade K di Jatim Terkendali, Khofifah Minta Warga Tetap Waspada
Pemeriksaan laboratorium tetap menjadi kunci. Dilakukan untuk mengetahui jenis virus yang menyebabkan infeksi.
Perbedaan Flu Biasa dan Superflu
Mengingat gejalanya yang serupa, penting bagi masyarakat memahami perbedaan mendasar antara flu biasa dan influenza. Termasuk yang disebut superflu.
Kemenkes menjelaskan bahwa flu biasa umumnya disebabkan oleh berbagai jenis virus. Rhinovirus sebagai penyebab tersering. Sementara itu, influenza disebabkan oleh virus influenza tipe A atau B.
Beberapa perbedaan yang dapat dikenali secara umum antara flu biasa dan influenza antara lain:
BACA JUGA:Hadapi Ancaman Super Flu, Edy Wuryanto Minta Pemerintah Tidak Lengah
BACA JUGA:Waspada Super Flu Usai Nataru, Pemkot Surabaya Perketat Skrining Warga dari Luar Negeri
Demam
Flu biasa jarang disertai demam, atau jika ada biasanya ringan. Pada influenza, demam muncul mendadak dengan suhu cukup tinggi. Dan dapat berlangsung selama tiga hingga empat hari.
Sakit kepala
Sakit kepala jarang ditemukan pada flu biasa. Sebaliknya, influenza kerap disertai sakit kepala yang cukup berat dan mengganggu aktivitas.
Batuk
Batuk pada flu biasa umumnya ringan. Pada influenza, batuk cenderung lebih sering dan bisa menjadi berat.
Pilek dan bersin
Pilek dan bersin merupakan gejala khas flu biasa. Pada influenza, pilek justru tidak selalu dominan dan bersin relatif jarang.
BACA JUGA:Flu Varian Subclade K Merebak di Amerika Serikat, Kasus Melonjak Tajam saat Musim Dingin
BACA JUGA:Anak Sedang Flu? Ini Cara Merawatnya dengan Tepat