Perampokan-Pembunuhan di Rumah Bos Sate di Boyolali: Gegara Utang Nrethek

Senin 02-02-2026,23:50 WIB
Reporter : Djono W. Oesman
Editor : Yusuf Ridho

Daryanti, ditirukan Agus: ”Ada apa, Gus?”

”Ini… aku mau bayar utang.”

”Ya… mana, sini.”

”Transfer. Minta nomor rekeningnya.”

Daryanti memberikan nomor rekening bank. Agus mencatat nomor tersebut.

Ternyata itu cuma sandiwara Agus. Ia tidak benar-benar mau membayar utang. Tepatnya, itu pancingan Agus agar Daryanti keluar rumah. Sebab, setelah mencatat nomor rekening Daryanti, Agus langsung mencekik Daryanti.

Daryanti: ”Lho…. lho… Gus, apa ini? Sudah... Sudah... Utangmu anggap lunas saja.”

Namun, Agus malah memperkuat cengkeraman ke leher Daryanti. Sampai Daryanti lemas. Kemudian, Agus menggorok Daryanti dengan cutter yang sudah ia bawa dari rumah.

Stop. Video yang beredar di medsos cuma segitu. Tidak terungkap, bagaimana Agus membunuh Adisa dan mengapa bocah TK itu harus dibunuh? Cuma Agus yang tahu.

Saksi tetangga Agus yang enggan disebut namanya, kepada wartawan, mengatakan bahwa Agus doyan utang. Tidak cuma ke Daryanti, tapi juga ke tetangga lainnya.

Tetangga: ”Utangnya (Agus, Red) nrethek (banyak, di mana-mana). Ia tidak bisa nyaur (mengembalikan) semuanya. Ditagih, ia selalu mbulet (beralasan). Sekarang ia merampok dan membunuh bocah.”

Robin Galnander dalam karyanya menyatakan, orang berutang dan tidak bisa membayar pasti bingung. Panik. Tertekan. Malu. Emosional. 

Keputusasaan mengubah cara berpikir orang. Ketika tagihan utang menumpuk, anak-anak mereka kelaparan, dan peluang hilang, naluri bertahan hidup mulai mengesampingkan penilaian moral. 

Bagi banyak orang, kejahatan bukanlah pilihan pertama, melainkan jalan terakhir. Itu adalah upaya putus asa pikiran untuk mendapatkan kembali rasa kendali dalam kehidupan yang terasa benar-benar di luar kendali.

Namun, tidak semua orang berutang bertindak kriminal. Sebagian besar orang yang menghadapi kesulitan keuangan tidak berencana melakukan kejahatan. Namun, tekanan menumpuk secara diam-diam –tidak membayar sewa, kehilangan pekerjaan, penagih utang terus menelepon, rasa malu karena tidak mampu memenuhi kebutuhan dan bayar utang. 

Pada titik tertentu, otak manusia beralih dari mode pemecahan masalah rasional ke bertahan hidup secara emosional.

Kategori :