Ia terlalu cerdik untuk mati konyol.
Sebab, di padang pasir itu, mereka memegang satu fatwa tak tertulis: biarlah peluru berseliweran di udara, asalkan angka di rekening tetap mendarat aman.
Perang itu sementara. Cuan itu selamanya. (*)
Ia terlalu cerdik untuk mati konyol.
Sebab, di padang pasir itu, mereka memegang satu fatwa tak tertulis: biarlah peluru berseliweran di udara, asalkan angka di rekening tetap mendarat aman.
Perang itu sementara. Cuan itu selamanya. (*)