Buddha, DJ, dan Generasi Z Korea Selatan yang Mencari Jalan Pulang

Rabu 08-07-2026,15:03 WIB
Reporter : Doan Widhiandono
Editor : Noor Arief Prasetyo

Bagi Jo Yang-ok yang kini berusia 78 tahun, semua upaya itu layak dicoba. "Banyak orang seusia saya sudah tidak mampu lagi datang ke kuil karena sakit atau bahkan telah meninggal. Kalau cara ini bisa menghadirkan anak-anak muda, saya tidak keberatan," ujarnya.

Di mata Brian Somers, pengajar studi Buddhisme di Universitas Dongguk, perubahan seperti ini bukan sesuatu yang baru. Setiap agama, katanya, selalu menemukan bentuk baru ketika generasi berganti.

Buddhisme yang tampil dengan wajah lebih akrab bukan berarti kehilangan dirinya. Selama ajarannya tetap dijaga, yang berubah hanyalah cara agama itu mengetuk pintu hati generasi yang hidup di zaman berbeda. (*)

 

Kategori :