Pembunuh Sekeluarga di Indramayu Divonis Pidana Mati: Manipulator Kejam

Sabtu 11-07-2026,17:22 WIB
Oleh: Djono W. Oesman

Ririn Rifanto, 35, akhirnya dihukum mati. Ia pembunuh lima orang sekeluarga di Indramayu, Jabar, 29 Agustus 2025. Dari kakek, H Syahroni; anak dan mantunya, Budi Awaludin-Euis Juwita; serta dua cucunya usia 7 tahun dan bayi 8 bulan.

MOTIF PEMBANTAIAN bersenjata palu besi itu sepele. Ririn menyewa mobil ke Budi Rp750 ribu. Setelah dipakai, mobilnya mogok, Ririn minta uang kembali. Tidak diberi. Sekeluarga Budi dibantai.

Dalam pembantaian, Ririn mengajak temannya, Prio Bagus Setiawan, 34. Sebelum pelaksanaan pembunuhan, Ririn menjanjikan bayaran Rp100 juta kepada Prio. Pun, Prio mau. 

Jumat, 29 Agustus 2025, Ririn dan Prio mendatangi rumah Budi di Jalan Siliwangi 52, Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu. Mereka bersenjata palu besi. Sekeluarga itu dibantai dengan pukulan palu besi pada kepala mereka, kecuali si bayi yang ditenggelamkan di bak mandi.

BACA JUGA:Polisi Yakin 5 Jasad Sekeluarga di Indramayu Korban Pembunuhan

BACA JUGA:Sekeluarga di Indramayu Ditanam di Pekarangan: Telapak Kaki Menyembul

Lima jenazah itu mereka kuburkan secara dangkal di halaman samping rumah korban. Kaki salah satu jenazah menyembul ke permukaan tanah. Itulah yang membuat tetangga tahu dan pembunuhan terungkap.

Ririn dan korban Budi adalah teman. Mereka pernah bekerja sekantor di sebuah bank di Indramayu. Kemudian, Ririn dikeluarkan. Budi tetap bekerja sambil bisnis rental mobil.

Di kasus itu Ririn dirugikan Rp750 ribu, tapi ia menjanjikan membayar pembantu pembunuh Rp100 juta. Mobil yang ia sewa pun sudah dipakai, lalu mogok. Maka, kerugian Rp750 ribu itu tidak utuh. Tapi, begitulah Ririn. 

Ternyata, setelah membunuh semua korban di rumah itu, mereka merampok harta korban. Antara lain, mobil, uang, dan barang berharga lain. Jadi, motif dirugikan Rp750 ribu itu cuma jalan masuk menuju perampokan. 

BACA JUGA:Pelaku Pembantaian Sekeluarga di Indramayu Dibekuk: Kekejaman yang Irasional

BACA JUGA:Heboh Kasus Pembunuhan Syahroni Sekeluarga di Indramayu: KDM Kepo Sosok Aman

Atau, ada motif lain yang tak terungkap sampai kini dan kapan pun. Motif pengakuan Ririn itu tak terkonfirmasi. Korban sudah meninggal. Jadi, motif sesungguhnya masih misteri.

Ririn beberapa kali memanipulasi konstruksi perkara. Antara lain, ia memanipulasi status WhatsApp korban seolah-olah keluarga tersebut sedang berada di luar kota. Kemudian, ia berencana memasang spanduk penyitaan bank di pagar depan rumah korban, tapi gagal. 

Ririn juga memfitnah saksi, dengan membuang mobil korban di dekat rumah saksi tersebut, dan membuang barang bukti pembunuhan ke Sungai Cimanuk, sebelum ia dan Prio melarikan diri ke Jateng. 

Kategori :