Bicara Masa Depan Bisnis, David George Halsamer Tekankan Pentingnya Data dan AI

Jumat 16-10-2026,12:23 WIB
Reporter : Guruh Dimas Nugraha
Editor : Guruh Dimas Nugraha

“Ketika penjualan menurun, kita tidak bisa langsung menyimpulkan bahwa masalahnya ada pada pemasaran. Kita perlu memeriksa kualitas prospek, kecepatan respons, ketersediaan produk, pelayanan, hingga pembelian ulang. Setiap persoalan membutuhkan tindakan yang berbeda,” katanya.

Pendekatan itulah yang dapat membantu pemilik usaha melihat keterkaitan antarfungsi bisnis secara lebih jelas.

Dengan demikian, keputusan dapat didasarkan pada akar persoalan, bukan sekadar gejala yang terlihat.

Web3 dan Blockchain Harus Menjawab Kebutuhan Nyata

Selain AI, David melihat potensi Web3 dan blockchain dalam konteks yang lebih luas daripada perdagangan aset digital.

BACA JUGA:Perang Teknologi Antariksa AS-Tiongkok Mulai Sentuh Bisnis: Ketika Roket Meledak, Siapa yang Membayar?

BACA JUGA:Wadirut Pertamina Tekankan Kolaborasi Lintas Bisnis untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Blockchain relevan ketika beberapa pihak membutuhkan catatan bersama yang dapat diverifikasi. 

Pun, memiliki riwayat perubahan yang jelas. Misalnya untuk mendukung penelusuran asal-usul dan perpindahan barang dalam rantai pasok.

Sementara itu, Web3 menawarkan kemungkinan pengembangan layanan digital dengan pengaturan hak dan partisipasi pengguna yang berbeda.

Namun, manfaatnya harus diwujudkan melalui desain produk, aturan, dan pengalaman pengguna yang jelas.

BACA JUGA:Wadirut Pertamina Tinjau Kilang Balongan dan Tekankan Sinergi Antarunit Bisnis

BACA JUGA:Kupas Bisnis Berbasis Etika Lingkungan dan Pendidikan di Antropologi Unair

David menegaskan bahwa pemilihan teknologi harus mempertimbangkan persoalan yang hendak diselesaikan, kebutuhan pengguna, model pendapatan, biaya, keamanan, dan risiko.

“Teknologi harus memudahkan pengguna dan menghasilkan manfaat yang sebanding dengan kompleksitasnya. Jika sebuah kebutuhan dapat diselesaikan secara lebih sederhana menggunakan basis data biasa, pilihan itu juga layak dipertimbangkan,” ujarnya.

Prinsip serupa diterapkannya dalam menilai masa depan Non-Fungible Token (NFT). David melihat peluang NFT pada koleksi digital yang dapat diverifikasi, akses keanggotaan, tiket pengalaman, serta hubungan berkelanjutan antara kreator dan komunitas.

Namun, kepemilikan token tidak otomatis berarti kepemilikan hak cipta atas karya yang dihubungkan dengannya.

Kategori :