Terhambat Karena Masalah Visa dan Kesehatan, Kemenag: Tertunda Bukan Berarti Gagal Berangkat

Terhambat Karena Masalah Visa dan Kesehatan, Kemenag: Tertunda Bukan Berarti Gagal Berangkat

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag Saiful Mujab-Kemenag-

JAKARTA, HARIAN DISWAY - Kemenag menjamin keberangkatan jamaah haji yang telah mendaftar jika semua persyaratan sudah terpenuhi. 

Pada musim haji tahun 2023 ini, banyak jamaah yang gagal berangkat karena berbagai faktor. Seperti terlewatnya masa pelunasan, urusan visa dan dokumen keimigrasian, masalah pada pendamping, ataupun masalah kesehatan. 

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri (Diryan DN) Saiful Mujab menegaskan jemaah haji yang tertunda bukan berarti batal berangkat. 

Hal ini disampaikan Mujab sebagai penjelasan terkait adanya pemberitaan jemaah haji yang tertunda keberangkatannya di beberapa embarkasi.

BACA JUGA:Jamaah Haji Mulai Tiba di Makkah, Pertama Rombongan Dari Solo

BACA JUGA:Temui SBY di Pacitan, Anies Baswedan Makin Dekat ke AHY di Pilpres 2024

"Kami pastikan, jemaah haji yang tertunda bukan berarti batal berangkat. Mereka akan kita terbangkan ke Tanah Suci setelah semua kondisi yang jadi prasyarat pemberangkatan telah terpenuhi," kata Mujab, di Jakarta, Jumat 2 Juni 2023. 

Mujab menerangkan ada beberapa hal yang menyebabkan penundaan keberangkatan jemaah. Antara lain, belum terpenuhinya prasyarat kesehatan dan  belum terselesaikannya syarat imigrasi seperti terbitnya visa haji. 

Misalnya, bila jemaah tertunda akibat faktor kesehatan, maka diupayakan langkah pemulihan dulu dan diberangkatkan pada kloter berikutnya.

BACA JUGA:Segera Tayang di Netflix! Simak Empat Fakta Film Kembang Api 2023

BACA JUGA:Empat Layanan Baru Armina untuk Kenyamanan Jemaah Haji Indonesia

“Karena gangguan kesehatan tertentu,  maka tidak mungkin diterbangkan di kloter berjalan. Harus ada pemulihan dulu. Nah, nanti akan diusahakan bisa berangkat pada kloter berikutnya," ujarnya.

Begitu juga bagi mereka yang tertunda akibat belum terbitnya visa haji. "Saat ini kan prosesnya bio visa yang dilakukan mandiri. Mereka harus merekam wajah dan sidik jari dari gadget masing-masing," ungkap Mujab

Di lapangan, Kemenag menemukan banyak jemaah yang mengalami hambatan sehingga sampai waktu kloternya berangkat visa mereka belum keluar. Akibatnya, mereka harus menunda keberangkatan dan tidak lagi bersama dengan kloter yang telah ditetapkan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: