Yang Terbaik di Ajang Surabaya Tourism Awards 2023: Kenangan Abadi di Lobi Hotel Majapahit (12)

Yang Terbaik di Ajang Surabaya Tourism Awards 2023: Kenangan Abadi di Lobi Hotel Majapahit (12)

Lorong waktu di Lobi Hotel Majapahit yang bikin pengunjung betah. -Moch Sahirol Layeli/Harian Disway-

Hotel Majapahit memiliki sejuta kisah. Salah satu yang paling ikonik adalah perjuangan arek-arek Suroboyo dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Bangunannya pun terbilang sangat tua: sejak 1910. Manajemen hotel mampu mengelola dan merawatnya hingga meraih The Most Comfortable Lobby Area dalam Surabaya Tourism Awards 2023.

Hingga kini, hotel bintang lima yang menakjubkan itu masih menampilkan pesona yang memikat. Bangunannya yang membanggakan masih berdiri kokoh, tak berubah sejak kali pertama memancarkan gemerlapnya. Ketika melangkah masuk ke lobi utama, para pengunjung segera tersapu oleh suasana khas bangunan yang telah bertahan lebih dari satu abad. 

Terdapat beberapa hiasan interior yang melekat di dinding, yang tak banyak berubah seiring berlalunya waktu. Misalnya, ukiran-ukiran megah yang menghiasi bagian atas tembok dan pilar-pilar kokoh yang masih tegak tak tergoyahkan. Tak lupa beberapa foto mengenang suasana Hotel Majapahit pada zaman dahulu yang bernama Hotel Oranje dan Yamato. 

BACA JUGA:Yang Terbaik di Ajang Surabaya Tourism Awards 2023: Ketulusan Hotel Bumi Perlakukan Batik (11)

BACA JUGA:Yang Terbaik di Ajang Surabaya Tourism Awards 2023: Yuk, Berwisata Bersama Grand Dafam Signature (10)

Di antara koleksi foto, tampaklah momen bersejarah saat bendera Belanda terkoyak pada 19 September 1945. ”Banyak pengunjung yang datang ke sini pasti terpesona dan enggak ingin cepat-cepat pergi,” ujar Essa Adeline, marketing and communications executive Hotel Majapahit Surabaya MGallery, sambil tersenyum pada Jumat, 30 Juni 2023.


Keindahan taman Hotel Majapahit berpadu dengan arsitektur bangunan art deco yang menawan. -Moch Sahirol Layeli/Harian Disway-

Ternyata, lobi megah itu dibangun pada era 1930-an. Konsep lobi hotel tersebut tetap mempertahankan keelokannya sejak awal dipersembahkan: dengan sentuhan klasik art deco. Art deco, sebuah keanggunan yang lahir pasca-Perang Dunia Pertama dan sebelum Perang Dunia Kedua.

Gaya itu diterapkan dengan gemilang dalam berbagai bidang, termasuk eksterior, interior, mebel, patung, poster, pakaian, dan perhiasan. Mulai 1920 hingga 1939. ”Jadi, ketika memasuki lobi ini, para tamu akan segera merasakan keunikan dan keindahannya,” ungkap Essa dengan bangga.

Maka, tak heran, pesona klasiknya bikin kerasan. Terutama ketika pengunjung menunggu proses check-in atau check-out atau bahkan sekadar menikmati waktu santai di pelukan lobi yang menawan itu.


Wajah Hotel Majapahit yang tak lekang dimakan zaman. -Moch Sahirol Layeli/Harian Disway-

Hotel Majapahit menawarkan dua lobi dengan suasana berbeda. Lobi kedua hadir dengan sentuhan alam terbuka. Karena lobi itu terletak di tengah-tengah hotel, mata tamu dimanjakan oleh pemandangan taman yang memikat dan sentuhan gemercik air dari air mancur mini yang terletak di pusat taman tersebut.

BACA JUGA:Yang Terbaik di Surabaya Tourism Awards 2023: UMKM Naik Kelas di Pop! Hotel Stasiun Kota (9)

BACA JUGA:Yang Terbaik di Ajang Surabaya Tourism Awards 2023: JW Marriott Siapkan City Tour (8)

Itulah kenyamanan sejati yang membuat Hotel Majapahit layak menyandang gelar The Most Comfortable Lobby Area dalam Surabaya Tourism Awards 2023. Hotel itu tak hanya menyuguhkan kenangan abadi, tetapi juga mempersembahkan keindahan yang tak tertandingi. (Salman Muhiddin-Michael Fredy Yacob)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: