Tiga Event Kota Surabaya Didaftarkan ke Agenda Nasional, Eri Cahyadi: Untuk Dongkrak Ekonomi Pariwisata

Tiga Event Kota Surabaya Didaftarkan ke Agenda Nasional, Eri Cahyadi: Untuk Dongkrak Ekonomi Pariwisata

Kemeriahan peringatan hari Perobekan Bendera di sepanjang Jalan Tunjungan, Minggu sore, 17 September 2023-Mohamad Nur Khotib -

SURABAYA, HARIAN DISWAY- Kota Surabaya punya banyak agenda tahunan. Yang baru digelar, peringatan hari Perobekan Bendera di Hotel Majapahit, Minggu sore, 17 September 2023.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, agenda ini akan didaftarkan menjadi event nasional. Juga sejumlah event lain seperti Parade Bunga hingga Festival Rujak Uleg. ''Sudah didaftarkan ya, tapi kan koreksi dulu,'' ujar Eri Cahyadi usai drama kolosal Perobekan Bendera di Hotel Majapahit, kemarin.

Ketiga event itu tengah dikoreksi oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Untuk festival Rujak Uleg disarankan tidak hanya digelar sehari. Melainkan bisa tiga hari agar lebih banyak orang yang datang.


ANTUSIASME warga yang memanti perhelatan drama kolosal perobekan bendera di depan Hotel Majapahit Minggu, 17 September 2023.-Mohamad Khotib Nur-Harian Disway-

BACA JUGA: Ribuan Warga Tumplek Bleg di Jalan Tunjungan, Menanti Refleksi Perobekan Bendera

Sasarannya, tentu untuk mendongkrak ekonomi pariwisata di Surabaya. Supaya yang hadir tidak hanya warga Kota Pahlawan. Tetapi juga warga luar kota maupun internasional.

Drama kolosal Perobekan Bendera memang beda dari tahun-tahun sebelumnya. Jumlah personel yang terlibat lebih sedikit. Hanya 1.300 orang dari berbagai kalangan.

Tetapi, atmosfernya tetap meriah dan khidmat. Eri bahkan memerankan dua tokoh sekaligus. Yakni Presiden Soekarno saat membaca Maklumat Pekik Merdeka dan Residen Soedirman.

BACA JUGA: Ayo Nonton Drama Perobekan Bendera di Hotel Majapahit! Jangan Lupa Pakai Dress Code Ini...

''Alhamdulilah event perobekan bendera hari ini semakin banyak antusias penonton yang datang. Ini menunjukkan jiwa perjuangan semakin tertanam pada jiwa arek Suroboyo,'' jelasnya.

Aksi teatrikal ini punya filosofi yang penuh makna. Sebagaimana menggambarkan rakyat Surabaya memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Dengan gagah berani mereka menyobek bendera Belanda (Merah-Putih-Biru) menjadi Merah Putih.

''Setelah merdeka kita harus berani menyobek kebodohan, kemiskinan, stunting. Sehingga diperlukannya semangat arek Suroboyo untuk kemerdekaan Surabaya dari semua hal itu,'' tandas Eri Cahyadi.


WARGA antusias menyaksikan drama kolosal perobekan bendera Belanda Minggu, 17 September 2023. -Mohamad Khotib Nur-Harian Disway-

BACA JUGA: Sparkling Kalimas Jazz: Penampilan Musik Jazz, Wisata Kuliner, hingga Wisata Perahu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: