Umrah Bersama Mabruro (9): Hati Berdesir Melihat Kakbah

Umrah Bersama Mabruro (9): Hati Berdesir Melihat Kakbah

Tiga pilar Desa kendalbulur, Tulungagung, (dari kiri) Aipda Agus Wahyudi, Kades Anang Mustofa, dan Serma Ronny Setyawan berfoto dengan latar belakang Kakbah. -Dokumentasi Mabruro-

Di Masjidil Haram, perasaan bercampur aduk. Rasa rindu dan bahagia. Bahwa sebagai umat muslim, mereka menginjakkan kaki di Tanah Suci. Itulah yang dirasakan para jamaah umrah Mabruro, termasuk tiga pilar Desa Kendalbulur, Tulungagung.

---

MALAM di Makkah. Di balik kamarnya masing-masing, para jamaah melakukan Qiyamul Lail. Salat malam untuk meningkatkan ketakwaan, serta harapan diangkatnya derajat manusia di mata Allah.

Pada sepertiga malam, air mata Anang Mustofa, Kepala Desa Kendalbulur, Tulungagung, menetes. Ia terharu atas anugerah yang diterimanya. Bisa mengunjungi Tanah Suci, menapaktilasi Nabi Muhammad serta menelusuri masjid-masjid suci di Madinah dan Makkah.

Pun, dapat melaksanakan tawaf mengitari Kakbah. Pakaian ihram yang telah disiapkan Mabruro Travel Umrah dan Haji Khusus dibelainya perlahan. Sejenak ia menengadah. "Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah," ujar kepala desa 41 tahun itu.

Ia dan dua pilar Kendalbulur lainnya, Babinsa Serma Rony Setyawan dan Bhanbinkamtibmas Aipda Agus Wahyudi, menjadi juara dalam event Anugerah Patriot Jawi Wetan 2023. Hadiah umrah didapat atas prestasi ketiganya dalam melayani masyarakat.


Serma Rony Setyawan (kiri) dan Kades Kendalbulur, Tulungagung, Anang Mustofa (tengah) melaksanakan tawaf di Masjidil Haram. -Dokumentasi Mabruro-

"Ini adalah anugerah Gusti Allah yang tak terkira bagi kami. Tentu sangat bersyukur. Umrah kali ini akan semakin memperkuat iman dan ketakwaan kami," ungkapnya. Itu pula yang diungkapkan oleh Serma Rony dan Aipda Agus. Pergi bersama ke Tanah Suci pun bisa lebih merekatkan satu sama lain, atau lebih kompak.

BACA JUGA:Umrah Bersama Mabruro (8): Mengambil Miqat di Masjid Bir Ali

BACA JUGA:Umrah Bersama Mabruro (7): Dapat Al Qur'an Langsung dari Percetakan Raja Fahd

Siangnya, para jamaah diantar ke Masjidil Haram. Sebelumnya, mereka dijadwalkan berbelanja di Pasar Kaakiyah. Namun, waktu tak memungkinkan. Padahal, di pasar itu, rencananya Kepala Desa Anang membeli berbagai jenis kurma. "Kalau di kebun kurma beberapa hari yang lalu, saya beli cokelat. Di Makkah ini saya inginnya beli kurma," katanya, lantas tersenyum.

Para jamaah didampingi oleh Ustad Sholeh bin Warsad. Ustad yang dihadirkan oleh Mabruro Travel Umrah dan Haji Khusus. Mereka dipandu masuk ke Masjidil Haram, lalu melihat pemandangan Kakbah dari lantas atas. 

Dari situ terlihat jelas bahwa ribuan orang bertawaf mengelilingi Kakbah. Dengan pakaian ihram, seperti pusaran yang tak pernah berhenti. Semua paras jamaah itu memancarkan kebahagiaan. Pemandangan itu membuat mereka terhanyut. Lantas segera turun ke bawah, bergabung dengan ribuan orang itu.

Tampak dalam video yang dikirimkan melalui pesan singkat, Anang berada di barisan paling depan di antara jamaah umrah Mabruro, didampingi Serma Rony. Keduanya, juga para jamaah yang lain, melafalkan doa. Kemudian mulai bertawaf.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: