Pemprov Jatim Bantu Trenggalek Bebaskan Jalur Pansela, Butuh Rp 200 Miliar!

Pemprov Jatim Bantu Trenggalek Bebaskan Jalur Pansela, Butuh Rp 200 Miliar!

Keindahan Jalur Pansela yang melintasi tempat wisata pantai Soge di Pacitan. -Instagram.com/admin_pantai_soge-

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Pembangunan Jalan Nasional Pantai Selatan Jawa (Pansela) di Jawa Timur masih terkendala pembebasan lahan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Timur Mohammad Yasin.

"Sudah 23 tahun lebih ini belum selesai. Maka pada dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), ini terus kita lakukan dan menjadi target utama untuk penyelesaian Pansela," ujar Yasin di Surabaya.

Kabupaten Trenggalek menjadi daerah dengan pembebasan lahan terbanyak yang belum rampung. Diperlukan anggaran sekitar Rp 200 miliar untuk menyelesaikan pembebasan lahan di Trenggalek.

"Secara tanggung jawab mestinya (pemerintah) kabupaten. Tetapi jika dibebankan ke Trenggalek dengan kemampuan fiskal yang seperti itu, saya kira berat," imbuhnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur berinisiatif untuk membantu meringankan beban fiskal Pemkab Trenggalek. Selain itu, Yasin juga meminta pemerintah pusat untuk membantu menyelesaikan pembebasan lahan.

BACA JUGA:Suguhkan Pemandangan Indah, Jalur Pansela Jadi Opsi Mudik Lebaran 2024

BACA JUGA:3 Ruas Jalur Pansela Jatim Sepanjang 90 Km Rampung dan Siap Diresmikan.

"Pemerintah pusat sebenarnya komit kalau sudah lahannya siap. Maka biaya konstruksinya akan segera dianggarkan," ungkap Yasin.

Tiga daerah lain di Jawa Timur yang juga belum menyelesaikan pembebasan lahannya adalah Kabupaten Lumajang, Jember, dan Kabupaten Banyuwangi.

Yasin optimis Pemkab Banyuwangi bisa mengatasi kekurangan anggaran pembebasan lahan senilai Rp 37 miliar.

Jalur Pansela di Jawa Timur memiliki panjang sekitar 628 kilometer. Berdasarkan RPJPD, panjang jalan yang sudah terbangun sekitar 350 kilometer, artinya baru mencapai 55-60 persen dari target.

Yasin menyoroti disparitas kontribusi PDRB (Pendapatan Domestik Regional Bruto) antara wilayah pantai utara dan selatan. Wilayah pantai utara sudah mampu memberikan kontribusi PDRB 40 persen, sedangkan wilayah pantai selatan baru 16 persen.

BACA JUGA:Jalur Pansela di DIY Rampung Tahun 2024

BACA JUGA:Jumlah Pemudik di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Meningkat Dibanding Arus Mudik Tahun Lalu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: