Perundingan Gencatan Senjata Tak Digubris, Israel Bombardir Rafah: Pembalasan Untuk 4 Tentara Kami Yang Tewas

Perundingan Gencatan Senjata Tak Digubris, Israel Bombardir Rafah: Pembalasan Untuk 4 Tentara Kami Yang Tewas

Asap mengepul setelah pemboman Israel di Rafah, di Jalur Gaza selatan pada 6 Mei 2024.--AFP

HARIAN DISWAY - Israel dilaporkan meluncurkan sejumlah serangan udara ke 2 daerah di wilayah Rafah, Gaza pada 5 Mei 2024.

Pertempuran kembali berlangsung ditengah perbincangan mengenai gencatan senjata antara Israel dan Hamas.

Tepat sehari sebelum penyerangan ini, pihak Israel telah meminta warga Palestina yang menempati Rafah bagian timur untuk dievakuasi.

Seruan evakuasi ini terjadi ditengah ketidaksepakatan Israel untuk memenuhi tuntutan Hamas di akhir pekan lalu.

Akibatnya perbincangan ini pun ditunda untuk dilanjutkan kembali pada hari Senin, 6 Mei 2024 di Doha, Qatar.

Namun, media Mesir mengatakan rencana pembahasan lanjutan ini terhenti setelah tewasnya empat tentara Israel atas serangan roket Hamas pada hari Minggu.

BACA JUGA:Hamas Ingin Kesepakatan untuk Akhiri Perang, Netanyahu: Tuntutan Hamas Adalah Kekalahan bagi Israel

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sempat menyebutkan bahwa ia akan menyerang wilayah Rafah, dengan ataupun tanpa adanya persetujuan gencatan senjata. 

Untuk itu, Netanyahu bermaksud meluncurkan serangan roket yang menurut militernya, berasal dari daerah di dekat Rafah.

Perintah evakuasi yang dikeluarkan militer Israel sendiri bertujuan untuk mengosongkan wilayah itu dari para penduduk.

Dikutip dari AFP, Pejabat pertahanan dan bantuan sipil Gaza menyebutkan bahwa serangan jet Israel jatuh di Al-Shuka dan Al-Salam.

BACA JUGA:Pembicaraan Gencatan Senjata Berlanjut, Netanyahu Sebut Akan Serang Rafah Dengan Atau Tanpa Kesepakatan

Menurut pernyataan dari petugas medis setempat, serangan ini menewaskan 16 orang di Rafah pada hari Minggu.

Serangan balasan Israel ini diluncurkan selang beberapa jam setelah roket Hamas menewaskan keempat tentara Israel. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: afp