Tindak Lanjut Pagar Laut Tangerang, Kades Kohod dan Stafnya Siap Bayar Denda 48 Miliar

Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Sakti Wahyu Trenggono rapat kerja bersama komisi IV DPR RI di Jakarta pada Kamis, 27 Februari 2025.--Akun Instagram @swtrenggono
HARIAN DISWAY – Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan tindak lanjut pelanggaran pagar laut di Tangerang.
“Dengan penghentian kegiatan dan melakukan pemanggilan saksi-saksi untuk diminta keterangan dan klarifikasi,” ujar Sakti di rapat kerja dengan komisi IV DPR RI di Jakarta, pada Kamis, 27 Februari 2025.
Sakti mengatakan terdapat dua orang penanggung jawab terkait Pembangunan pagar laut sepanjang 30,16 km tersebut.
“Yaitu saudara A selaku kepala desa dan saudara T selaku perangkat desa,” ungkap Sakti.
BACA JUGA:Warga Kohod Melawan soal Pagar Laut, Berikut 3 Tuntutannya ke PN Jakarta!
Ia melanjutkan bahwa kedua pelaku telah mengaku atas pemasangan pagar laut tersebut dan bersedia membayar denda administratif sesuai dengan peraturan yang berlaku.
“Saat ini sudah dikenakan denda sebesar Rp48 miliar, sesuai dengan luasan dan ukuran,” jelasnya.
Sakti menjelaskan bahwa tersangka A dan T telah memberikan surat pernyataan tentang kesiapan dalam membayar denda tersebut.
Ia juga menjelaskan bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah bekerja sama dengan Badan Reserse Kriminal (Bareskim) Polri dalam melakukan penyidikan dan pemeriksaan.
BACA JUGA:Harga Emas Turun Rp 14 Ribu per Gram di H-1 Ramadan, Harga Jual Kembali Terjun Bebas!
“Dari sisi Bareskrim adalah menyidik juga hal yang berkaitan dengan tindak pidananya, sementara dari sisi KKP adalah sesuai dengan kewenangan KKP yaitu pengenaan denda administratif,” ujarnya.
Menaggapi terkait bersedianya kades kohod, Arsin untuk membayar denda, warga kohod menyebut bahwa Arsin telah terlibat dalam Pembangunan pagar laut Tangerang dan menjadi mandor proyek tersebut sejak tahun 2021.
Pengacara warga Kohod, Henri Kusuma turut membenarkan hal tersebut. Ia memastikan bahwa Arsin memang terlibat dalam proyek pagar laut Tangerang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: