Cerita Korban Gempa Thailand: Gedung Runtuh dalam Sekejap, Adik Masih Terjebak

Seorang warga melihat ke arah bangunan yang runtuh di Mandalay pada 28 Maret 2025, setelah gempa bumi melanda wilayah tengah Myanmar.-STR / AFP-
BACA JUGA: Gempa Besar Guncang Myanmar, 20 Jamaah Masjid Tewas saat Salat Jumat
“Saya tidak bisa menggambarkan perasaan saya. Semua terjadi dalam sekejap mata,” kata Khin Aung. “Semua teman-teman saya dan adik saya ada di dalam gedung ketika itu runtuh. Saya tidak tahu harus berkata apa,” tambahnya.
Keluarga pekerja, kebetulan sebagian besar berasal dari Myanmar, berkumpul di lokasi pada Sabtu 29 Maret 2025 pagi. Harapannya mendapatkan kabar mengenai kerabat mereka yang hilang. Bangkok yang terus berkembang pesat menjadi magnet bagi pekerja migran yang mencari penghidupan lebih baik dibandingkan di tanah air mereka.
Khin Aung dan adiknya, telah menikah dan masing-masing memiliki dua anak. Mereka telah bekerja di Bangkok selama enam bulan terakhir. “Saya dengar mereka mengirim 20 pekerja ke rumah sakit. Tapi saya tidak tahu siapa saja. Apakah teman-teman serta adik saya termasuk di antaranya,” katanya.
Ia pun berharap adik dan teman-temannya ada di rumah sakit. Jika mereka ada di rumah sakit, masih ada harapan. Tapi jika mereka berada di bawah gedung tersebut, harapan tipis bahwa mereka akan selamat.
BACA JUGA: Gempa 7,7 SR Guncang Myanmar, PM Thailand Gelar Rapat Darurat
Seorang wanita Thailand bernama Chanpen Kaewnoi, 39, juga menunggu dengan cemas kabar mengenai ibu dan saudarinya yang berada di dalam gedung saat bencana itu terjadi.
“Rekan kerja saya menelpon dan mengatakan ia tidak bisa menemukan ibu atau saudari saya. Saya pikir mungkin ibu saya terjatuh dan saudari saya tinggal untuk membantunya,” jelas Chanpen.
“Saya ingin melihat mereka. Saya berharap saya bisa menemukan mereka. Saya berharap mereka tidak hilang. Harapan saya masih ada, 50 persen,” tegasnya.
Sementara keluarga-keluarga yang berduka menunggu kabar, petugas penyelamat terus bekerja dengan hati-hati untuk mencari korban di antara reruntuhan tanpa memicu keruntuhan lebih lanjut. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: