Ray Sahetapy Meninggal Dunia, Simak Perjalanan Hidup dan Warisan Aktor Legendaris Indonesia

Ray Sahetapy Meninggal Dunia, Simak Perjalanan Hidup dan Warisan Aktor Legendaris Indonesia

Ray Sahetapy menjadi aktor legendaris di Indonesia telah meninggal, berikut adalah perjalanan karir dan hidup Sang Aktor Legenda. --Wallofcelebrities

HARIAN DISWAY - Kabar duka menyelimuti dunia perfilman Indonesia. Aktor senior Ray Sahetapy, yang dikenal melalui berbagai peran ikoniknya, meninggal dunia pada usia 68 tahun.

Kabar itu disampaikan oleh putranya, Surya Sahetapy, melalui unggahan di media sosial.

"Selamat jalan, Ayah! @raysahetapy. We always cherish the memories of our time with you. Titip salam cinta dan kangen ke Kak Gisca!," tulis Surya. Gisca adalah kakak Surya yang meninggal pada 2010.

Hal itu dikonfirmasi oleh Merdi Octav, menantu Ray Sahetapy. Ia juga menulis bahwa sang aktor yang telah membintangi puluhan judul dan sinetron itu berpulang pada pukul 21.04 WIB.

BACA JUGA:Barbie Hsu Meninggal setelah Terpapar Wabah Pneumonia di Jepang, Begini Imbauan Kemenkes

BACA JUGA:Barbie Hsu Meninggal Karena Pneumonia Akibat Influenza, Pakar Sebut Ada Kejanggalan

Ia menulis, "Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Telah berpulang Ayah, Kakek kami, Farence Raymond Sahetapy (Ray Sahetapy) bin Pieter Sahetapy, pada pukul 21.04. Kami mohon doanya dan mohon dimaafkan segala kesalahannya."

Profil dan Perjalanan Karier Ray Sahetapy


Ray Sahetapy meninggal dunia, simak perjalanan hidup dan warisan aktor legendaris Indonesia.-Instagram Ray Sahetapy-

Ray Sahetapy, yang memiliki nama lengkap Ferenc Raymond Sahetapy, lahir pada 1 Januari 1957 di Donggala, Sulawesi Tengah. Sejak muda, ia telah menunjukkan minat yang besar dalam dunia seni peran.

Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Ray melanjutkan studinya di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) pada tahun 1977. Di sana, ia seangkatan dengan aktor-aktor ternama lainnya seperti Deddy Mizwar dan Didi Petet. Ray lulus dari IKJ pada tahun 1988.

Karier akting Ray dimulai dengan debutnya dalam film Gadis pada tahun 1980, di mana ia beradu akting dengan Dewi Yull, yang kemudian menjadi istrinya.

BACA JUGA:Pendiri Mustika Ratu Mooryati Soedibyo Tutup Usia, Ini Profil dan Perjalanannya di Dunia Bisnis

BACA JUGA:Mengenal Buya Syakur, Ulama NU yang Tutup Usia setelah Perjuangan Panjang Melawan Sakit

Sejak itu, Ray aktif membintangi berbagai film, termasuk Kabut Ungu di Bibir Pantai dan Dukun Ilmu Hitam pada tahun 1981, serta Sejuta Serat Sutra pada tahun 1982.

Pada era 1980-an hingga awal 1990-an, Ray menjadi salah satu aktor paling populer di Indonesia, dikenal karena penampilannya yang menarik dan kemampuan akting dramatisnya.

Ia dinominasikan sebanyak tujuh kali sebagai Aktor Terbaik dalam ajang Festival Film Indonesia (FFI). Yakni melalui film-film seperti Ponirah Terpidana (1984), Secangkir Kopi Pahit (1985), Kerikil-Kerikil Tajam (1985), dan Opera Jakarta (1986).

Juga lewat Tatkala Mimpi Berakhir (1988), Noesa Penida (1988), dan Jangan Bilang Siapa-Siapa (1990).

BACA JUGA:Ki Warseno Slenk, Dalang Senior dan Doktor Pendidikan, Berpulang dalam Usia 59 Tahun

 

BACA JUGA:Mooryati Soedibyo Berpulang, YPI dan Para Puteri Indonesia Ucap Belasungkawa

Selain itu, ia juga bermain dalam film-film populer di era modern. Seperti The RaidComic 8: Casino King Part 1 dan 2, Sebelum Iblis Menjemput, dan Chrisye. Ia bahkan berpartisipasi di film Captain America: Civil War. Meski adegannya dihapus.

Dalam kehidupan pribadinya, Ray menikah dengan Dewi Yull pada 16 Juni 1981. Pernikahan mereka dikaruniai empat anak: Gisca Putri Agustina Sahetapy (1982–2010), Rama Putra Sahetapy (1992), Surya Sahetapy (1994), dan Muhammad Raya Sahetapy (2000).


Ray Sahetapy menjadi penjahat utama di film The Raid (2011). --IMdB

Pada 1992, Ray memutuskan untuk menjadi mualaf. Sayangnya, pernikahan mereka berakhir pada 24 Agustus 2004, setelah Dewi menggugat cerai karena menolak poligami. Setelah perceraian, Ray menikah dengan Sri Respatini Kusumastuti pada Oktober 2004.

BACA JUGA:Emilia Contessa Penyanyi Senior Indonesia Meninggal Dunia

BACA JUGA:Tokoh Pers Indonesia HM Alwi Hamu Meninggal Dunia

Pada Juli 2023, Ray mengalami serangan stroke yang mengharuskannya untuk istirahat total. Putranya, Rama Sahetapy, mengungkapkan kondisi tersebut melalui media sosial, meminta doa untuk kesembuhan sang ayah.

Meskipun kondisinya sempat membaik dan ia dapat merayakan Lebaran bersama keluarga pada tahun 2024, kesehatan Ray terus menurun hingga akhirnya berpulang pada 1 April 2025.

Kepergian Ray Sahetapy meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan para penggemarnya. Dedikasi dan kontribusinya dalam dunia perfilman Indonesia akan selalu dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: berbagai sumber