Ragam Rasa dan Cerita di Balik Makanan Fermentasi dari Berbagai Negara

Ragam Rasa dan Cerita di Balik Makanan Fermentasi dari Berbagai Negara

Ragam kuliner fermentasi mencerminkan betapa kayanya tradisi dunia yang lahir dari proses sederhana dan tentunya bermanfaat untuk kesehatan tubuh. --iStock


Kombucha difermentasi dengan kultur simbiosis bernama SCOBY sekarang populer sebagai minuman kekinian yang sehat. --iStock

Kombucha berasal dari Tiongkok lebih dari dua ribu tahun lalu dan dikenal sebagai “teh keabadian.” 

Minuman ini dibuat dari teh manis yang difermentasi dengan kultur bakteri dan ragi menggunakan kultur simbiosis bernama SCOBY, sehingga menghasilkan rasa asam-manis menyegarkan dengan sedikit sensasi bersoda. 

Belakangan, kombucha populer secara global sebagai minuman kekinian yang identik dengan gaya hidup sehat. Selain kaya probiotik dan antioksidan, kombucha diyakini bermanfaat untuk pencernaan dan imunitas meski masih perlu penelitian lebih lanjut.

BACA JUGA: Kombucha dan 4 Manfaatnya untuk Tubuh

Makanan fermentasi bukan hanya soal rasa unik yang asam, gurih, atau segar, tetapi juga bagian dari warisan budaya dan sumber kesehatan yang diwariskan turun-temurun. 

Dari kimchi di Korea, sourdough di Eropa, tempe di Indonesia, hingga sauerkraut dan kombucha yang mendunia, semuanya menunjukkan bagaimana fermentasi menjadi jembatan antara tradisi, kebutuhan manusia, dan inovasi rasa.

Ragam kuliner fermentasi mencerminkan betapa kayanya tradisi dunia yang lahir dari proses sederhana namun penuh makna.

BACA JUGA: Kombucha Bisa Mengontrol Gula Darah Pada Diabetes Tipe 2

Setiap hidangan membawa cerita tersendiri tentang sejarah, proses pembuatan, sekaligus manfaat bagi tubuh. 

Oleh karena itu, mengenal, mencoba, dan menghargai makanan fermentasi dari berbagai negara dapat menjadi langkah untuk merasakan pengalaman baru sekaligus memahami kekayaan budaya kuliner global.

Kalau dikasih kesempatan, pengen coba makanan fermentasi dari negara mana dulu, nih? (*)

*) Mahasiswa Magang dari Prodi Sastra Inggris Universitas Negeri Surabaya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: