Pandji Pragiwaksono Ikut Kecam Kematian Affan Kurniawan

Komika Pandji Pragiwaksono buka suara soal aksi demonstrasi yang memakan korban jiwa.--tangkapan layar x@Alhamdhulillaah
BACA JUGA:Ketua MUI Sampaikan Duka Mendalam Atas Kematian Affan: Ini Bisa Picu Kemarahan Masyarakat
Ia menyindir bahwa jika ketidaksukaan terhadap protes menjadi alasan untuk menolak suara rakyat, maka semangat demokrasi itu sendiri patut dipertanyakan. “Kalau nggak suka kami protes, nggak usah jadi bagian negara demokrasi,” imbuhnya.
BACA JUGA:Ribuan Ojol Kawal Jenazah Affan, Hijau-Kuning Memadati TPU Karet Bivak
Karena itu, ia mendorong para wakil rakyat untuk memanfaatkan momentum ini sebagai jalan rekonsiliasi.
Caranya adalah dengan berpihak pada perubahan dan menjalin kembali kepercayaan publik.
“Kepada Bapak-Ibu wakil rakyat, ini adalah kesempatan yang baik untuk kembali menjalin hubungan dengan rakyat, dengan menjadi pihak yang membantu memicu perubahan tersebut. Karena DPR melakukan kemitraan dengan kepolisian,” tuturnya.
BACA JUGA:Prabowo Perintahkan Investigasi Transparan dan Tindakan Tegas atas Insiden Ojol Affan Kurniawan
Selain itu, dalam unggahannya, Pandji juga menyinggung Presiden dan Wakil Presiden, mempertanyakan nasib generasi muda Indonesia.
Ia menyoroti usia Affan yang baru 21 tahun, usia yang kerap disebut sebagai bagian dari generasi emas. “Apakah ini nasib generasi emas Indonesia? Jawabannya ada di tangan Bapak-Bapak sekalian. Kami marah, tapi kami menanti,” tambahnya.
BACA JUGA:6 Ribu Ojol Serentak Demo di Jatim, Tuntut Keadilan untuk Affan Kurniawan
Sebelum pernyataan Pandji mencuat, media sosial telah ramai memperbincangkan video viral yang menunjukkan mobil Barakuda melindas seorang pengemudi ojek online (ojol) saat pembubaran demonstrasi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.
Insiden itu terjadi di Jalan Penjernihan I, tepat di depan Gereja GKPA, Bendungan Hilir, Tanah Abang.
BACA JUGA:Prabowo Janjikan Jaminan Negara untuk Biaya Hidup Keluarga Affan Kurniawan
Ketika aparat Brimob mulai membubarkan massa, ratusan orang berlarian menghindar. Salah satu kendaraan taktis melaju untuk menghalau aksi yang dianggap anarkis.
Namun nahas, seorang pria berjaket ojol tertinggal dari kelompoknya dan tertabrak kendaraan tersebut hingga tersungkur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: