Kuil Zhihua di Beijing Tampil dengan Wajah Baru yang Lebih Bercahaya

Kuil Zhihua di Beijing Tampil dengan Wajah Baru yang Lebih Bercahaya

Para biksu di Kuil Zhihua, Beijing, Tiongkok. Kuil itu merupakan situs budaya yang berusia lebih dari 500 tahun.-Zou Hong-China Daily

Di salah satu aula, terdapat sebuah fresco raksasa. Itu disebut-sebut sebagai salah satu lukisan dinding terbaik di Beijing. Fresco tersebut kini mendapatkan pencahayaan khusus.

BACA JUGA:Wine Terroir & Culture Biennale di Ningxia, Tiongkok, Rayakan Paduan Seni dan Anggur

BACA JUGA:Putri Tiongkok, Tren Baru Wisata Budaya di Beijing

Di aula lain, patung Buddha Vairocana berdiri megah di atas lemari kitab suci berbentuk oktagonal. Semuanya tampak lebih jelas berkat sistem pencahayaan baru.

Kuil Zhihua dulunya memiliki tiga langit-langit caisson, struktur kayu berpanel yang mirip langit-langit coffered ala Barat.

Namun pada 1930-an, dua caisson berhias naga dicuri dan ditemukan di Amerika Serikat. Satunya kini berada di Philadelphia Museum of Art.


Kuil Zhihua di Beijing, Tiongkok merupakan contoh penting arsitektur Ming periode awal.-Zou Hong-China Daily

Sementara lainnya disimpan di Nelson-Atkins Museum of Art di Kansas City. Hanya satu caisson yang tersisa di lokasi asli. Yang menampilkan lukisan mandala di atas patung Vairocana.

BACA JUGA:Mengenal Makna di Balik Chongyang Festival, Keberkahan dalam Double Ninth

BACA JUGA:Teknologi Digital Hidupkan Kembali Tembok Kota Kuno Xi’an di Tiongkok

Cui Xue’an, Sekretaris Jenderal Masyarakat Museum Beijing, memuji arah baru yang diambil Kuil Zhihua dalam menampilkan seni Buddha.

“Itu menjadi contoh bagi museum lainnya. Terutama yang berada di situs bangunan kuno. Sejarah bangunan itu sendiri harus diteliti sebelum merancang pameran.”

Yang Zhiguo berharap ke depan kuil dapat mengadakan “malam museum”, memperpanjang jam kunjung hingga pukul 20.00. Jika terealisasi, itu adalah inovasi yang jarang ditemui di museum Beijing.

Dengan wajah baru yang lebih hidup dan informatif, Kuil Zhihua kembali memantapkan dirinya sebagai salah satu permata budaya paling berharga. Hidup dan lestari di jantung ibu kota Tiongkok. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: china daily