Hadir di Pidie Jaya Aceh, Khofifah Janji Kirim Tenaga Medis dan Kesehatan untuk Pengungsi

Hadir di Pidie Jaya Aceh, Khofifah Janji Kirim Tenaga Medis dan Kesehatan untuk Pengungsi

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Bersama Bupati Pidie Jaya saat berdialog dengan Pengungsi di Aceh -Pemprov Jawa Timur -

PIDIE JAYA, HARIAN DISWAY- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung ke bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara

 

Sabtu kemarin, Khofifah datang ke Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Bersama Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi, Khofifah menyambangi posko pengungsian di wilayah tersebut dan bertemu dengan ribuan warga terdampak. 

 

Dari dialog yang dilakukan bersama warga, banyak pengungsi yang membutuhkan layanan kesehatan. Hal tersebut langsung direspon Khofifah dengan memastikan Pemprov Jatim akan segera mengirimkan tim medis dan obat obatan  ke Pidie Jaya.

 

"Insya Allah segera akan kami kirim relawan tim  medis dan obat obatan  ke sini," kata Gubernur Khofifah kepada para pengungsi dan Bupati Pidie Jaya.

 

BACA JUGA:Wabup Pidie Jaya Aniaya Kepala Dapur MBG, Begini Respons BGN!

BACA JUGA:Kerugian Akibat Banjir Aceh Capai Rp2,04 Triliun, PNBP Tambang Cuma Rp929 Miliar

 

Gubernur Khofifah menyebut Pidie Jaya menjadi salah satu daerah yang terkena dampak bencana Hidrometeorologi cukup luas.

 

Dampak yang ditimbulkan dari bencana hidrometeorologi tersebut antara lain terputusnya akses listrik, jaringan internet, dan jalan. 

 

Musibah ini juga menyebabkan 27 korban jiwa, jembatan putus di 240 lokasi, 10.522 rumah terdampak, 3.479 Ha lahan rusak, 42.453 penduduk mengungsi di 66 titik lokasi pengungsian.

 

Oleh sebab itu, Gubernur Jatim ini menjangkau Kabupaten Pidie Jaya untuk menyerahkan bantuan secara langsung.

 

"Untuk itu saya bersama Pak sekda, kepala dinas sosial dan kalaksa BPBD Jatim ini sesungguhnya  silaturahim ke Pidie Jaya sambil kita ingin memastikan bahwa persaudaraan kami tersambung. Kami yang dari Jawa Timur adalah saudara bagi semua warga Aceh terutama Pidie Jaya," terangnya.

 

Mantan Menteri Sosial RI ini menyebut 1 dari 5 truk yang membawa bantuan logistik dari Jatim diarahkan langsung ke Pidie Jaya.

 

Bantuan tersebut antara lain berupa permakanan, alat dan perlengkapan kebersihan, alat masak, kebutuhan keluarga, kebutuhan bayi, mukena dan sarung.

Secara bertahap akan dikirimkan logistik dari berbagai sumbangan masyarakat Jawa Timur.

 

"Hari-hari ini menjelang puasa, tentu bagian dari yang kita bawa ini ada telengkung, mukena ada sarung ,"katanya.

 

"Ada makanan siap saji, sebagaimana yang dibutuhkan ketika masyarakat di daerah masih mengalami musibah seperti ini dan masih  di pengungsian," imbuhnya.

 

Di sisi lain, Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa selain bantuan logistik kemanusiaan Pemerintah Provinsi dan masyarakat Jawa Timur juga memberikan dukungan secara spiritual dengan menggelar sholat ghoib di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya pada Jumat (5/12).

 

Begitu juga pesantren Tebuireng yang setiap hari menggelar sholat ghoib untuk mendoakan para korban meninggal dunia.

 

"Jadi masyarakat di Jawa Timur memberikan doa secara maksimal dan masif untuk masyarakat yang mengalami musibah, sehingga kira-kira ini bisa memberseiringi antara pendekatan spiritual yang kami lakukan dan bantuan yang kami sampaikan," katanya.

 

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini juga menyampaikan duka cita mendalam atas terjadinya musibah banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Aceh yang mengakibatkan puluhan jiwa meninggal dunia. Khususnya bagi masyarakat di Kabupaten Pidie Jaya.

 

"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam mengucapkan innalilahi wa innailaihi Raji'uun mudah-mudahan yang dipanggil ke haribaan Allah dalam musibah ini semua amal ibadahnya diterima oleh Allah, khilafnya diampuni Allah dan dipanggil dalam keadaan husnul khatimah," ucapnya.

 

Gubernur Khofifah juga berharap korban yang masih dalam pencarian bisa segera ditemukan. Para relawan juga diberikan kekuatan dan semangat untuk memberikan support bagi para pengungsi. (*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: