Kisah Mufaizah dan Senandung Harapan Relawan Dapur MBG

Kisah Mufaizah dan Senandung Harapan Relawan Dapur MBG

TIM Kitchen SPPG Panjang Jiwo yang selalu menjaga kebersihan dan kelayakan menu yang disajikan untuk MBG.-Dok. SPPG Panjang Jiwo Surabaya-

Selain pendapatan tetap, para relawan juga merasakan adanya jaminan sosial. Fasilitas seperti BPJS Ketenagakerjaan memberikan rasa aman yang sebelumnya tidak mereka miliki sebagai pekerja lepas. Lingkungan kerja yang tertib—diawali dengan briefing dan diakhiri dengan evaluasi—turut menumbuhkan rasa profesionalisme.

Bagi Faizah, menjadi relawan MBG bukan sekadar pekerjaan; itu adalah pintu gerbang menuju nilai tambah ekonomi keluarga dan, yang terpenting, rasa dihargai.

"Bukan lagi menunggu panggilan kerja dari satu acara ke acara lain," tuturnya. Ia kini tidak hanya menghidupi keluarganya dengan kepastian, tetapi juga merasa bangga karena ikut memastikan anak-anak sekolah mendapat makanan yang layak dan bergizi.

 

 

Harapan Faizah dan rekan-rekannya sederhana: agar program MBG terus berlanjut dan berkembang. Karena keberlanjutan berarti kestabilan, dan stabilitas adalah kunci untuk mengubah ketar-ketir menjadi senandung harapan yang terdengar setiap pagi di Dapur Panjang Jiwo. MBG bukan sekadar makanan, tapi pembuka pintu ekonomi bagi masyarakat luas. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: