Bersih Desa Berbuah Gelar, Trisakti Dikukuhkan sebagai Guru Besar Unesa

Bersih Desa Berbuah Gelar, Trisakti Dikukuhkan sebagai Guru Besar Unesa

PENGUKUHAN gelar Profesor yang diberikan Unesa kepada Prof. Trisakti.-Sahirol Layeli-

Prof. Dr. Trisakti, M.Si, guru besar Unesa, menyumbangkan kontribusinya dalam pelestarian budaya Jawa Timur. Itu dia lakukan melalui kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Akrab dengan dunia seni sejak kecil, Prof. Trisakti mengangkat ritual bersih desa sebagai topik penelitian.

Dengan mengenakan toga yang besar itu, Prof. Dr. Trisakti, M.Si membagikan pengalaman yang berkesan di sepanjang penelitiannya terkait ritual bersih desa.

Penelitian itulah yang membawanya pada gelar guru besar. Dia dikukuhkan di Graha Sawunggaling, Unesa, 29 Desember 2025.

Di hadapan para hadirin, Prof. Trisakti menunjukkan layar presentasinya. “Perjalanan menuju profesor kajian budaya Jawa Timur melibatkan proses uri-uri budaya dan alon-alon waton kelakon," ungkapnya.

BACA JUGA:Unesa Kukuhkan 11 Guru Besar, Tingkatkan Misi Penelitian untuk Wujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi

BACA JUGA:Unesa Bawa 54 Medali SEA Games 2025, Bukti Kuat Kualitas Pendidikan Olahraga Nasional

"Saya memerlukan waktu 34 tahun untuk meraihnya. Ibarat karya budaya jangka panjang, ada proses panjang. Sehingga rasa dan maknanya terasa matang,” tambahnya.

Penelitian tersebut bertajuk Seni Pertunjukan sebagai Media Budaya dan Solidaritas Sosial dalam Ritual Bersih Desa Masyarakat Urban.


UNESA mengukuhkan 11 guru besar di UNESA pada Senin, 29 Desember 2025 dan berkomitmen untuk meningkatkan penelitian sebagai upaya mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. - Moch. Sahirol Layeli - Harian Disway

Perempuan yang menempuh pendidikan doktor di Universitas Udayana itu melakukan penelitian ritual bersih desa pada empat kelurahan di Kota Surabaya Barat: Dukuh Pakis, Pradah Kali Kendal, Lidah Kulon, dan Lidah Wetan.

Menurutnya, ritual bersih desa merupakan bagian dari tradisi budaya lokal. Ritus tersebut mampu menjaga keseimbangan hubungan antara manusia, alam, dan leluhur.

BACA JUGA:Mahasiswa UNESA Rebranding Produk dan Public Space Berbasis Teknologi Digital di Folkation 4.0

BACA JUGA:Prodi Desain Grafis UNESA Gelar Pameran Folkation 4.0, Ajak Mahasiswa Terjun Langsung ke Industri

Prof. Trisakti tertarik untuk menelitinya. Sebab, bersih desa menunjukkan solidaritas dan identitas masyarakat.

“Di daerah Surabaya Barat, masyarakatnya banyak yang melakukan ritual bersih desa. Itu luar biasa dan menarik. Mereka guyub melakukan ritual itu sebagai ekspresi sosial,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: harian disway