Refleksi Akhir Tahun ICMI Jatim Dorong Lompatan Moral dan Tata Kelola Nasional 2026
Ketua ICMI Orwil Jawa Timur Ulul Albab.-Dokumen Pribadi-
SURABAYA, HARIAN DISWAY - Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Jawa Timur menyampaikan refleksi akhir tahun atas dinamika nasional sepanjang 2025 sebagai cermin evaluasi publik, elite, dan pemerintah menuju arah perbaikan Indonesia ke depan..
Ketua ICMI Orwil Jawa Timur Ulul Albab menegaskan bahwa Indonesia telah melalui perjalanan penting selama 2025 di berbagai bidang, mulai ekonomi, politik, sosial, budaya, agama hingga tata kelola pemerintahan, namun masih menyisakan pekerjaan besar yang memerlukan pembenahan serius dan berkelanjutan.
“Tahun ini kita tumbuh, tapi belum semua ikut tumbuh. Kita sibuk membangun citra, tapi kurang mendengar suara rakyat. Ritual keagamaan meningkat, namun moral publik masih sering kalah oleh kepentingan. Korupsi masih hadir dalam wajah baru yang lebih rapi dan tersenyum. Indonesia tidak kekurangan orang pintar—yang kurang adalah ruang bagi orang jujur,” ujar Ulul Albab, Selasa, 30 Desember 2025.
Di sektor ekonomi, ICMI Jatim mencatat pertumbuhan nasional berada di kisaran lima persen, namun belum sepenuhnya berdampak pada kesejahteraan rakyat. UMKM masih menghadapi kesulitan akses permodalan, biaya hidup meningkat, dan kelas menengah mengalami tekanan daya beli.
BACA JUGA:ICMI Jatim Tegaskan Aspirasi Rakyat Harus Didengar, Desak Eksekutif dan DPR Buka Dialog
Menurutnya, diperlukan akselerasi ekonomi yang lebih inklusif melalui penguatan UMKM, koperasi modern, pengembangan industri halal, serta digitalisasi ekonomi rakyat agar pertumbuhan tidak hanya terkonsentrasi di sektor tertentu.
Sementara itu di bidang politik, ICMI Jatim menyoroti kuatnya politik pencitraan yang dinilai menggeser orientasi pelayanan publik. Banyak kebijakan dikemas menarik secara visual, namun belum sepenuhnya menjawab kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.
“Kami mendorong lahirnya politik gagasan, bukan politik panggung. Pejabat perlu lebih sering turun untuk mendengar, bukan turun hanya untuk tampil dan disorot kamera,” tegas Ulul Albab.
Dalam kehidupan sosial-budaya, perubahan dinilai bergerak cepat seiring digitalisasi, namun berisiko melemahkan karakter dan etika publik. Gotong royong kian menipis, polarisasi meningkat, dan relasi sosial menjadi semakin rapuh.
BACA JUGA:Potensi Hujan Lebat dan Prakiraan Cuaca Pada Akhir Tahun 2025, Ini Penjelasan Lengkap BMKG
BACA JUGA:Pandai Pencitraan, Lupa Pengabdian: Refleksi Akhir Tahun
ICMI Jatim juga menilai kehidupan keberagamaan selama 2025 berkembang pesat, namun perlu diiringi internalisasi akhlak sosial agar agama benar-benar menjadi energi perubahan dan bukan sekadar simbol ritual.
Di sisi lain, kasus korupsi masih tinggi dan indeks persepsi korupsi cenderung stagnan. ICMI mendorong penguatan reformasi birokrasi berbasis teknologi, transparansi anggaran, serta perlindungan terhadap pelapor pelanggaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: