Makan Tepat Waktu vs Makan Sehat, Mana Lebih Penting?
Makan tepat waktu dan makan sehat kerap dipertentangkan, padahal keduanya saling melengkapi dalam menjaga kesehatan dan keseimbangan metabolisme tubuh.-freepik-
HARIAN DISWAY - Pola makan menjadi faktor utama yang menentukan kualitas kesehatan masyarakat modern. Di tengah kesibukan dan gaya hidup cepat, muncul pertanyaan yang kerap diperdebatkan: tepat waktu atau makan sehat?
Sebagian orang meyakini jadwal makan yang teratur adalah kunci utama menjaga metabolisme tubuh. Sementara itu, kelompok lain menilai kualitas makanan jauh lebih menentukan dibandingkan ketepatan jam makan.
Pentingnya Disiplin Waktu Makan
Makan tepat waktu membantu tubuh bekerja sesuai ritme biologis atau jam sirkadian. Sebab, tubuh manusia secara alami mengatur proses pencernaan, hormon, dan metabolisme berdasarkan pola waktu tertentu.
Ketika jadwal makan berantakan, tubuh mengalami gangguan metabolik. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko maag, lonjakan gula darah, dan kelelahan kronis.
BACA JUGA:5 Resolusi Kulit Sehat 2026 yang Realistis dan Ilmiah
BACA JUGA:5 Minuman Sehat Sebelum Tidur yang Mendukung Program Diet Anda
Makan telat juga bisa memicu peningkatan asam lambung. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini berisiko menyebabkan gangguan pencernaan serius.
Dampak Psikologis Jadwal Makan yang Tidak Teratur
Selain fisik, pola makan yang tidak teratur juga memengaruhi kondisi mental. Rasa lapar berlebihan dapat menurunkan konsentrasi dan kestabilan emosi.
Makan lewat dari jam makan dapat meningkatkan kecenderungan konsumsi berlebihan di waktu berikutnya. Hal ini justru berujung pada asupan kalori yang tidak terkontrol.
Selain fisik, pola makan yang tidak teratur juga memengaruhi kondisi mental seseorang secara signifikan.
BACA JUGA:Jarang Diketahui, Simak 7 Khasiat Ubi Yakon yang Bagus untuk Kesehatan Tubuh
BACA JUGA:Apakah Ngemil Tengah Malam Berbahaya bagi Kesehatan? Simak Penjelasannya
Makan Sehat dan Kualitas Asupan Gizi

MENU SEHAT berperan penting dalam memenuhi kebutuhan gizi harian yang berdampak langsung pada daya tahan tubuh.-freepik-
Di sisi lain, makan sehat berfokus pada kandungan gizi yang masuk ke dalam tubuh. Prinsip ini menekankan keseimbangan karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa kualitas makanan berpengaruh langsung terhadap risiko penyakit tidak menular.
Penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung erat kaitannya dengan pola makan tidak sehat.
BACA JUGA:Intuitive Eating, Pola Makan Sehat yang Mengajarkan Kita Mengikuti Sinyal Tubuh
BACA JUGA:Sejarah Peringatan Hari Kesehatan Nasional 12 November
Makanan tinggi gula, garam, dan lemak jenuh dapat meningkatkan risiko peradangan kronis. Sebaliknya, konsumsi sayur, buah, dan protein berkualitas membantu menjaga fungsi organ tubuh.
Makan Tepat Waktu Tapi Tidak Sehat
Fenomena makan tepat waktu tetapi dengan pilihan menu yang buruk cukup umum terjadi. Banyak orang sarapan, makan siang, dan makan malam teratur, tetapi didominasi makanan cepat saji.
Pola ini tetap berisiko meski jadwal makan disiplin. Kandungan nutrisi yang rendah tidak mampu memenuhi kebutuhan tubuh secara optimal.
Jadwal makan tidak dapat menggantikan kualitas makanan. Itu karena tubuh tetap memerlukan zat gizi yang tepat untuk berfungsi dengan baik.
BACA JUGA:Napas Makin Lega! 5 Jenis Olahraga yang Baik untuk Kesehatan Paru-Paru
BACA JUGA:Ketahui 5 Manfaat Gaya Hidup Vegan untuk Kesehatan Mental
Makan Sehat Tapi Tidak Teratur

MAKAN TIDAK TERATUR memicu gangguan metabolisme dan menurunkan energi tubuh meskipun menunya sehat.-freepik-
Sebaliknya, ada pula individu yang memilih makanan sehat tetapi sering melewatkan jam makan. Kondisi ini banyak ditemui pada pekerja dengan jam kerja padat.
Meskipun makanannya bergizi, melewatkan waktu makan dapat menyebabkan hipoglikemia. Akibatnya, tubuh menjadi lemas dan sulit berkonsentrasi.
Dalam jangka panjang, pola ini juga berisiko mengganggu metabolisme. Tubuh dapat masuk ke mode “hemat energi” yang justru menyulitkan pengaturan berat badan.
Mana yang Lebih Penting?
Para ahli sepakat bahwa makan tepat waktu dan makan sehat bukanlah dua hal yang saling menggantikan. Keduanya saling melengkapi dan sama-sama penting.
BACA JUGA:6 Menu Sarapan Anak Kos yang Sehat dan Anti Ribet
BACA JUGA:7 Ide Camilan Sehat Anti Bosan untuk Temani Aktivitas Harian
Makan tepat waktu membantu tubuh bekerja efisien. Sementara itu, makan sehat memastikan tubuh mendapatkan bahan bakar yang berkualitas.
WHO dan berbagai lembaga kesehatan menyarankan kombinasi keduanya. Pola makan ideal adalah makan teratur dengan komposisi gizi seimbang.
Menemukan Titik Seimbang Kehidupan Modern
Dalam praktiknya, menyeimbangkan keduanya memang tidak mudah. Gaya hidup urban sering kali memaksa seseorang memilih salah satu.
Namun, langkah sederhana dapat dilakukan, seperti menyiapkan bekal sehat atau mengatur alarm waktu makan. Pilihan ini membantu menjaga keteraturan tanpa mengorbankan kualitas.
BACA JUGA:Ketahui 5 Manfaat Gaya Hidup Vegan untuk Kesehatan Mental
BACA JUGA:10 Ribu Langkah Sehari, Benarkah Kunci Hidup Sehat?
Ahli gizi klinis menyarankan fleksibilitas yang terencana. Jika terlambat makan, pilihan makanan tetap harus diperhatikan agar kebutuhan gizi terpenuhi.
Perdebatan makan tepat waktu versus makan sehat sejatinya tidak perlu dipertentangkan. Kesehatan optimal hanya dapat dicapai jika keduanya berjalan beriringan.
Disiplin waktu makan menjaga ritme tubuh, sementara kualitas makanan menjaga fungsi organ. Menggabungkan keduanya adalah investasi jangka panjang bagi kesehatan. (*)
*) Mahasiswa magang dari Prodi Ilmu Komunikasi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: diolah dari berbagai sumber