Bukan Malas, Ini Penjelasan soal Post-New Year Slump
Merasa lesu dan kehilangan semangat setelah tahun baru bukan tanda malas. Kondisi ini dikenal sebagai post-New Year slump dan umum dialami banyak orang.-freepik-
HARIAN DISWAY - Perayaan tahun baru usai. Hari baru yang seharusnya dijalani dengan penuh energi, ternyata malah diwarnai kelesuan. Banyak yang mengaku tak punya tenaga dan tak semangat setelah melewati tahun baru.
Fisik yang terasa lemah dan kondisi mental yang letih itu cukup sering terjadi. Kondisi itu disebut post-New Year slump. Kondisi itu muncul bukan karena rasa malas.
Para pakar kesehatan mental menyebut fenomena tersebut sebagai respons emosional yang umum setelah perubahan pola harian selama liburan.
Apa Itu Post-New Year Slump?
Post-New Year slump merujuk pada turunnya semangat dan motivasi yang terjadi setelah libur tahun baru, yang biasanya panjang karena dirangkai dengan Natal, berakhir.
BACA JUGA:5 Kiat Menghindari Stres Usai Liburan Tahun Baru
BACA JUGA:6 Rekomendasi Negara Eropa yang Wajib Dikunjungi saat Libur Natal dan Tahun Baru
Ini termasuk serangkaian pengalaman seperti merasa sedih, mudah lelah, dan kehilangan fokus ketika rutinitas normal kembali berjalan.
Kondisi ini mirip dengan post-holiday blues yang sering dipicu oleh berkurangnya rangsangan sosial dan perubahan dari suasana meriah ke kehidupan sehari-hari yang lebih monoton.
Walaupun bukan gangguan klinis seperti depresi mayor, post-New Year slump dapat memengaruhi kesejahteraan emosional dan keseimbangan mental beberapa hari hingga beberapa minggu setelah libur akhir tahun.
Kenapa Ini Bukan Sekadar “Malas”?
Turunnya energi setelah tahun baru sering disalahartikan sebagai kemalasan. Faktanya, hal ini terhubung dengan perubahan fisiologis dan psikologis akibat antisipasi, kesibukan, dan intensitas aktivitas selama libur akhir tahun.
BACA JUGA:5 Tradisi Unik Merayakan Tahun Baru dari Berbagai Negara
BACA JUGA:40 Ide Ucapan Selamat Tahun Baru 2026 dalam Bahasa Indonesia dan Inggris
Selama libur pergantian tahun, otak memperoleh dorongan hormon seperti dopamin dan serotonin melalui pengalaman menyenangkan, sosial, dan kebersamaan dengan orang terdekat.
Ketika periode tersebut berakhir, kadar hormon itu cenderung turun dan membuat suasana hati menurun.
Kondisi itu identik dengan apa yang dialami banyak orang setelah liburan besar seperti Natal dan Tahun Baru. Ketika rutinitas kembali normal dan perasaan kehilangan kebersamaan membuat suasana hati terasa berbeda.
Gejala yang Umum Dirasakan

MOTIVASI TURUN, sulit fokus, hingga tubuh terasa lebih cepat lelah bisa menjadi gejala post-New Year slump setelah masa liburan berakhir.-freepik-
Post-New Year slump memiliki tanda-tanda yang cukup khas. Gejala ini dapat berbeda pada setiap individu.
BACA JUGA:Inspirasi 30 Ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru 2026 untuk Keluarga dan Sahabat
BACA JUGA:6 Cara Merayakan Tahun Baru 2026 agar Lebih Berkesan dan Bermakna
- Penurunan Motivasi. Banyak orang merasa enggan memulai pekerjaan atau aktivitas rutin. Tugas yang biasanya mudah terasa lebih berat.
- Sulit Fokus dan Mudah Terdistraksi. Konsentrasi menurun dan pikiran sering melayang. Hal ini membuat pekerjaan memakan waktu lebih lama dari biasanya.
- Perubahan Mood. Sebagian orang merasa murung atau kurang bersemangat tanpa alasan jelas. Perasaan ini biasanya bersifat ringan dan sementara.
- Rasa Lelah Berlebihan. Meski aktivitas tidak meningkat, tubuh terasa cepat lelah. Pola tidur yang berubah selama libur akhir tahun sering menjadi penyebabnya.
BACA JUGA:Bacaan Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Dalam Islam, Sambut Tahun Baru Penuh Berkah
BACA JUGA:Tradisi Kartu Tahun Baru Nengajo di Jepang Terancam Punah
Faktor Pemicu Post-New Year Slump
Perubahan rutinitas merupakan faktor utama. Selama liburan, jam tidur, pola makan, dan aktivitas fisik cenderung tidak teratur.
Ketika kembali ke jadwal normal, tubuh perlu menyesuaikan ritme biologisnya. Proses adaptasi inilah yang memicu rasa lelah dan lesu.
Faktor lain adalah berakhirnya momen kebersamaan. Setelah libur akhir tahun yang penuh interaksi sosial, kembalinya kesibukan individu bisa menimbulkan rasa sepi.
Selain itu, tekanan sosial untuk “memulai tahun dengan sempurna” juga berperan. Resolusi yang terlalu ambisius dapat memicu rasa gagal sejak awal.
BACA JUGA:Inilah 12 Titik Penyekatan Perbatasan Surabaya Jelang Tahun Baru 2026
BACA JUGA:Catat! 5 Destinasi Seru Rayakan Tahun Baru di Indonesia, Ada Nabila Idol Hingga Martin Garrix
Dampaknya terhadap Kehidupan Sehari-hari
Post-New Year slump dapat memengaruhi kinerja di tempat kerja atau sekolah. Produktivitas menurun karena energi dan fokus belum kembali optimal.
Hubungan sosial pun bisa terdampak. Seseorang mungkin menjadi lebih mudah sensitif atau menarik diri sementara waktu.
Jika tidak disadari, kondisi ini dapat berlarut-larut. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tandanya sejak awal.
Cara Menyikapi Post-New Year Slump

POST-NEW YEAR SLUMP dapat disikapi dengan sederhana. Mulai dari menentukan target realistis, rutinitas bertahap, hingga menjaga koneksi sosial.-freepik-
Menghadapi post-New Year slump tidak harus dengan perubahan besar. Langkah kecil dan konsisten justru lebih efektif.
BACA JUGA:Tahun Baru Anti-mainsteam! 7 Wisata Malam Surabaya Cocok buat Night Ride Bareng Pasangan
BACA JUGA:Dijamin Romantis! Ini 7 Destinasi Museum Date di Surabaya Saat Malam Tahun Baru
- Mulai dengan Target Sederhana
Alih-alih menetapkan resolusi besar, fokuslah pada tujuan kecil yang realistis. Pencapaian kecil dapat memulihkan rasa percaya diri. - Bangun Kembali Rutinitas secara Bertahap
Kembalilah ke jadwal tidur dan aktivitas normal secara perlahan. Tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi. - Sisipkan Aktivitas Menyenangkan
Menjadwalkan hal-hal yang disukai membantu menjaga suasana hati. Aktivitas sederhana seperti berjalan santai atau membaca bisa berdampak positif. - Jaga Koneksi Sosial
Berinteraksi dengan orang terdekat dapat memberi dukungan emosional. Percakapan ringan sering kali membantu mengurangi beban pikiran.
BACA JUGA:7 Destinasi Wisata Rohani Kristen di Indonesia Rekomendasi Liburan Natal dan Tahun Baru
BACA JUGA:Penyaluran Pupuk Bersubsidi 1 Januari 2026 Lancar, Stok Nasional Capai 1,04 Juta Ton
Kapan Perlu Waspada?
Post-New Year slump umumnya bersifat sementara. Kondisi ini biasanya mereda dalam beberapa minggu.
Namun, jika perasaan sedih, kelelahan, dan kehilangan motivasi berlangsung lebih lama dan mengganggu aktivitas harian, perlu perhatian lebih lanjut. Kondisi itu bisa menandakan masalah kesehatan mental yang lebih serius.
Dalam situasi seperti ini, mencari bantuan profesional menjadi langkah yang bijak. Dukungan yang tepat dapat membantu memulihkan keseimbangan emosional.
Post-New Year slump adalah fenomena yang wajar dan dialami banyak orang. Kondisi ini bukan tanda kemalasan, melainkan respons alami terhadap perubahan rutinitas dan tekanan awal tahun.
BACA JUGA:Tampil Beda! Mercure Surabaya Grand Mirama Usung Tema Glow In The Dark untuk Sambut Tahun Baru 2024
BACA JUGA:Spellbound Symphony hingga Santa Around the Mall Meriahkan Natal dan Tahun Baru di Surabaya Barat
Dengan pemahaman yang tepat dan sikap yang lebih realistis, fase ini dapat dilalui dengan lebih ringan.
Tahun baru tidak harus dimulai dengan sempurna, yang terpenting adalah memulainya dengan sadar dan berimbang. (*)
*) Mahasiswa magang dari Prodi Ilmu Komunikasi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: diolah dari berbagai sumber