UPN Veteran Jawa Timur Gelar Wayangan, Angkat Kisah Sugriwa Subali

UPN Veteran Jawa Timur Gelar Wayangan, Angkat Kisah Sugriwa Subali

Ki Danesworo Rafi Ramadhan memperagakan wayang pada sesi pertama pukul 13.00 WIB di Twin Tower UPN Veteran Jawa Timur. - Ilmi Bening - Harian Disway

Hingga kemudian Subali di atas angin dan berkesempatan membunuh Sugriwa, tapi Anak Panah Guwawijaya mencegahnya. Senjata sakti itu menembus Subali dan membuatnya tewas.

Atas kematian saudaranya, menurut Rafi, Sugriwa sangat bersedih. Di sisi lain, Rahwana menikmati kemenangan karena berhasil mengadu-domba dua saudara sampai salah satunya binasa. 

BACA JUGA:Mengapa Dunia Mengakui Wayang Sebagai Warisan Budaya Dunia? Ini Sejarahnya

BACA JUGA:Refleksi Bahaya Nuklir, Karya Digital Mahasiswa UPN Veteran Jatim Juarai Kompetisi Internasional PBB

“Cerita wayang ini memberikan pesan bahwa kita tidak boleh terprovokasi fitnah dengan mudah,” ungkap Rafi. 

Tumbuh besar di Depok, Rafi mengaku mendapatkan "warisan" Bahasa Jawa dari sang kakek. Dari kakek yang asli Gombong itu pula, ia belajar tentang kisah-kisah pewayangan. 

“Dulu saya suka minta mbah membelikan wayang. Lalu, saya tertarik untuk mempelajari wayang sendiri dari YouTube dan mulai pentas dalang sekitar 2015," ujarnya.

Dalang kelahiran 2007 itu berharap, wayangan seperti itu bisa lebih banyak menarik perhatian masyarakat. Sebab, cara itu cukup efektif untuk membuat wayang kulit dikenal.

BACA JUGA:Acara Puncak Mbangunredjo Art Festival 2025, Tampilkan Kirab Budaya, Wayang, dan Tari

BACA JUGA:Mahasiswa UPN Veteran Bantu Pujasera Desa Kedung Peluk dengan Konten Digital Marketing

Itu juga bisa menjadi ajang untuk melestarikan budaya lokal supaya tidak kalah dengan negara lain.

"Buat yang masih muda, mungkin bisa ikut coba main-main wayang untuk melestarikan budaya,” pungkas adik Ki Herjuno Pramariza Fadhlansyah itu. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: