Ingin Cepat Move On? Berhenti Mengejar Closure dari Mantan!
Mencari closure dari mantan justru bisa memperparah kesehatan emosional.--Pexels
Ada yang menghindar, memberikan jawaban samar, atau memilih melanjutkan hidup tanpa menoleh ke belakang. Dalam situasi seperti itu, harapan akan closure justru berubah menjadi sumber kekecewaan baru.
“Ketika ketenangan batin kita bergantung pada respons orang lain, secara tidak sadar kita menyerahkan kendali emosi kita kepada mereka,” katanya.
Salah satu dampak terbesar dari terus mengejar closure adalah kebiasaan rumination atau mengulang-ulang pikiran.
BACA JUGA:Mengenal Tanda Toxic Relationship, Ketika Cinta Tak Lagi Membahagiakan
BACA JUGA:Alasan Banyak Orang Bertahan Meski Cinta Bertepuk Sebelah Tangan
Seseorang bisa terus memutar ulang percakapan lama, membayangkan akhir cerita yang berbeda, dan menganalisis apa yang seharusnya dilakukan. Alih-alih memproses perpisahan dan bergerak maju, pikiran justru tertambat pada hubungan masa lalu.
Kondisi itu tidak hanya berdampak pada emosi. Tetapi juga kehidupan sehari-hari. Pola tidur terganggu, fokus menurun, performa kerja terpengaruh, dan hubungan baru pun bisa terhambat.
“Secara fisik mungkin seseorang sudah melangkah pergi. Tetapi secara mental mereka masih menunggu percakapan yang mungkin tidak akan pernah terjadi,” ujarnya.
Lebih jauh, kebutuhan akan closure juga bisa berubah menjadi bentuk ketergantungan emosional yang terselubung.
BACA JUGA:My Oxford Year: Tentang Belajar, Jatuh Cinta, dan Melepaskan
BACA JUGA:Mapan vs Nyaman: Dilema Cinta ala The Materialists
Ketika seseorang merasa tidak bisa sembuh tanpa mendengar penjelasan dari mantan pasangannya, kepercayaan diri dan rasa berharga terhadap diri sendiri ikut melemah.
Jika upaya untuk berkomunikasi justru diabaikan atau dibalas dengan sinyal yang membingungkan, perasaan ditolak dan keraguan diri bisa semakin dalam.
“Di titik itulah closure menjadi berbahaya. Ia berhenti menjadi upaya memahami, dan berubah menjadi pencarian validasi,” katanya.
Peran media sosial turut memperparah situasi tersebut. Melihat mantan pasangan tampak bahagia, sukses, dan baik-baik saja di linimasa dapat membuka kembali luka lama. Lalu memicu rasa penasaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: