Ingin Cepat Move On? Berhenti Mengejar Closure dari Mantan!

Ingin Cepat Move On? Berhenti Mengejar Closure dari Mantan!

Mencari closure dari mantan justru bisa memperparah kesehatan emosional.--Pexels

BACA JUGA:Mengapa Pupil Mata Membesar Saat Melihat Orang yang Kita Cintai?

BACA JUGA:Denial dengan Perasaan? Jangan Sampai Kesempatan Cinta Terlewat!

Di saat yang sama, ada tekanan sosial untuk terlihat sudah “sembuh” dan cepat move on. Hal itu menciptakan ekspektasi yang tidak realistis tentang hubungan dan proses pemulihan.


Berhenti mencari closure dari mantan. Sebaiknya fokus pada diri sendiri dan menjalani hidup dengan lebih baik. --Pexels

“Banyak orang akhirnya merasa ada yang salah dengan diri mereka karena belum mencapai kedamaian,” jelas Singhal. Padahal, menurutnya, proses penyembuhan emosional tidak memiliki garis waktu yang pasti.

Ia menekankan bahwa closure yang sehat sejatinya datang dari dalam diri. Bukan dari orang lain. Closure internal berarti menerima kenyataan. Bahwa tidak semua pertanyaan akan terjawab dan belajar berdamai dengan ketidaknyamanan tersebut.

Aktivitas seperti menulis jurnal, praktik mindfulness, menjalani terapi, dan refleksi diri yang jujur dapat membantu memproses emosi yang belum tuntas. Tanpa bergantung pada respons mantan pasangan.

BACA JUGA:Mengenal Red String Theory, Benang Merah dan Maknanya dalam Hubungan Cinta

BACA JUGA:Antara Pengembangan Diri dan Hubungan Percintaan di Mata Anak Muda

“Penerimaan tidak berarti membenarkan apa yang terjadi. Tapi penerimaan berarti memilih untuk tidak membiarkan masa lalu mengendalikan masa kini,” ungkapnya.

Ia juga meluruskan anggapan bahwa closure adalah satu momen atau satu percakapan penentu. Dalam kenyataannya, closure merupakan proses bertahap.

Ia tumbuh melalui batasan yang sehat, perawatan diri, dan kedewasaan emosional. Memaafkan bukan berarti melupakan atau membenarkan luka. Melainkan keputusan untuk tidak membawa beban emosional tersebut ke hubungan berikutnya.

Keinginan untuk mendapatkan closure setelah putus cinta adalah hal yang wajar. Namun, ketenangan sejati sering kali justru hadir ketika seseorang berani melepaskan kebutuhan akan jawaban dari orang lain. Lalu mulai membangun kedamaian dari dalam dirinya sendiri. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: