Game Simulasi TheoTown Viral di Indonesia, Bisa Role Play Jadi Pemerintah
Pemain dapat membuat kota dengan berbagai aturan yang sangat fleksibel di TheoTown. --Steam
HARIAN DISWAY - TheoTown menjadi salah satu fenomena tak terduga di komunitas gamer Indonesia pada awal 2026. Game simulasi pembangunan kota yang dirilis tahun 2019 itu kembali viral dan ramai diperbincangkan.
Banyak yang mengulasnya di media sosial serta forum game Indonesia karena daya tarik gameplay-nya yang fleksibel. Kita bisa role play jadi pemerintah. Dengan keleluasaan yang memungkinkan pemain menciptakan kota dengan kebijakan unik hingga aturan nyeleneh.
TheoTown sendiri merupakan game simulasi kota yang dikembangkan oleh studio Blueflower. Sebuah pengembang game independen asal Jerman.
Game itu kali pertama dirilis untuk platform Android pada 2015, kemudian diperluas ke iOS, Microsoft Windows, macOS, dan Linux. Sejak diluncurkan, TheoTown telah diunduh jutaan kali oleh pemain di seluruh dunia.
BACA JUGA:Call of Duty Warzone Gandeng Fallout: Hadirkan Game Berebut Power Armor dan Bertahan di Zona Radiasi
BACA JUGA:Bocoran Map Pokemon Gen 10 Viral, Netizen Soroti Representasi Pulau Sumatra yang Gersang

Masyarakat di kota virtual game TheoTown bisa merasa tidak senang saat mendapat aturan yang nyeleneh. --Playstore
Game-play TheoTown berfokus pada pembangunan dan pengelolaan kota dari nol. Pemain berperan sebagai wali kota sekaligus perancang tata kota.
Pemain harus mengatur mulai dari jalan, zona perumahan, fasilitas publik seperti rumah sakit, kantor polisi, hingga industri dan infrastruktur transportasi. Layaknya game simulasi lainnya, tapi terasa lebih seru.
Karena kita tidak hanya mendesain area fisik. Tapi juga bertanggung jawab atas sistem ekonomi kota, layanan publik, dan kesejahteraan warga virtualnya.
Nah, salah satu kekuatan utama TheoTown adalah kebebasan bereksperimen yang sangat tinggi. Pemain dapat membuat kebijakan pajak sendiri, mengatur anggaran, hingga menerapkan aturan yang tidak biasa.
BACA JUGA:Game James Bond: 007 First Light Dinilai Berat, Kebutuhan RAM hingga 32 GB Jadi Sorotan
BACA JUGA:Paten! Teknologi Sony AI Ghost Player yang Bisa Lanjutkan dan Tuntaskan Game
Banyak gamer Indonesia memanfaatkan keleluasaan ini untuk bereksperimen dengan skenario ekstrem, seperti menerapkan pajak yang sangat tinggi. Sehingga warga virtual melakukan demo atau bahkan memicu eksodus massal.
Para pemain kemudian membagikan cerita-cerita keseruan semacam itu di platform media sosial. Karena mereka bisa bermain peran menjadi pemerintah negara tertentu yang relatable. Itulah salah satu alasan mengapa TheoTown kembali viral.

Salah satu isu yang ditangkap saat memainkan TheoTown adalah isu parkir digital yang menggantikan juru parkir di Surabaya beberapa waktu lalu. --Theotown Indonesia
Selain fitur dasar simulasi, TheoTown juga mendukung penggunaan plugin buatan komunitas. Plugin itu memungkinkan pemain menambahkan bangunan lokal, fasilitas unik, atau elemen desain lain sesuai selera mereka.
Komunitas Indonesia pun aktif membuat plugin dengan nuansa lokal. Seperti minimarket khas daerah, SPBU lokal, hingga gedung pemerintahan. Hal itu turut memperkaya pengalaman bermain dan memberi sentuhan personal terhadap kota yang dibangun.
BACA JUGA:Sony Umumkan Game Gratis PlayStation Plus Januari 2026
TheoTown tersedia untuk dimainkan di berbagai platform. Versi Android dan iOS bisa diunduh melalui toko aplikasi resmi dengan model freemium. Sementara itu, versi PC tersedia di Steam dengan biaya yang relatif terjangkau.
TheoTown juga dikenal dengan kebutuhan perangkat yang ringan sehingga dapat berjalan lancar pada komputer atau perangkat mobile dengan spesifikasi rendah.
Kepopuleran TheoTown di Indonesia bahkan menarik perhatian pengembangnya. Lobby Divinus, pihak studio di balik TheoTown, menyadari gelombang pemain Indonesia yang aktif dan kreatif.
Dalam beberapa update game bahkan muncul pesan ucapan terima kasih dari developer kepada komunitas Indonesia, termasuk komentar ringan tentang ketertarikan mereka untuk belajar Bahasa Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas dukungan pemain lokal.
Fenomena itu menggambarkan bagaimana permainan sederhana pun dapat menjadi ruang ekspresi kreatif dan sosial, terutama ketika masyarakat menemukan kaitan kuat antara permainan dan kenyataan kehidupan mereka. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: berbagai sumber